[Drabble] Sich Verlieben

poster-kwonsoohjin-sichverlieben

Sich Verlieben

|

|

|

Kwon Soo Hjin’s Present

|

|

Kwon Yuri and Byun Baekhyun

|

Poster by. Rioneilos at HSG

|

|

‘Ada orang yang pernah berkata padaku. Jika seorang lelaki dan seorang gadis bertemu ketika salju pertama turun, maka mereka akan jatuh cinta. Apakah hal itu benar ? Apa kau juga mempercayainya, seperti aku juga mempercayai semua ini ? Katakan padaku’

|

|

Langit malam jatuh diatas kota Seoul, mengantung indah tanpa ditemani bintang. Angin musim dingin berhembus, menggelitik telinga untuk sesaat. Kerlap kerlip lampu malam menambah kesan romantis saat itu. Sayangnya, hari sedang sepi sekarang. Mungkin orang orang itu lebih memilih menghangatkan dirinya didalam rumah sambil meminum kopi atau coklat hangat. Tentunya sambil menunggu salju salju datang.

Namun tidak untuk gadis itu. Dia lebih memilih menemani bangku yang terbuat dari kayu seraya terdiam memandang langit hitam itu. Menikmati bagaimana angin bulan Desember ini membelainya, menikmati setiap dinginnya angin itu.

Namanya Yuri, dia adalah gadis yang bekerja sebagai desaigner. Hobbynya sejak kecil yang suka menggambar itu ternyata berujung pada pekerjaan ini. Yah setidaknya dia bersyukur bisa bekerja disana, mengingat sangat sulit mencari pekerjaan dinegaranya. Sebenarnya, dia bisa saja mengambil alih perusahaan Appanya hanya saja dia lebih suka seperti ini, menjadi desaigner tidak terlalu menyusahkannya, justru dia sangat suka keadaan seperti ini, dia tak terlalu suka kerepotan karena Appanya yang berlebihan kaya itu.

“Hey, bisakah aku bertanya sesuatu padamu ?” Gadis itu membuyarkan lamunannya. Dia menoleh menatap sosok namja berambut coklat yang kini menggunakan mantel berlapis lapis sehingga membuatnya terlihat gemuk.

“Mwo ?” Jawab Yuri. Dia memandang lelaki itu cukup lama hingga lelaki itu tersenyum seraya menggaruk garuk tengkuknya. Kemudian menyodorkan lecarik kertas pada Yuri. Yuri membaca alamat itu dengan teliti hingga kini dia menyadari sesuatu, lelaki itu mencari alamat rumahnya.

“Untuk apa kau kesana ?” Tanya Yuri, mencoba menyelidiki. Hey! Siapa tau lelaki itu adalah orang jahat. Lelaki itu memandang Yuri aneh, kemudian berkata “Dad, dia menyuruhku datang kerumah itu dan tinggal untuk beberapa hari selama aku berada diKorea” Jelasnya. Yuri mengangguk pelan, kemudian bangkit dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya. Meninggalkan lelaki itu hanya terdiam memandanginya, bingung.

“Ya ! Kenapa kau masih disana ? Ayo ikut aku!”

>>>>

“Memangnya kau sudah lupa Yuri ?” Tanya Appanya pada Yuri. Yuri memandang lelaki itu bingung kemudian mengangguk singkat. Memangnya untuk apa dia mengingat ingat lelaki itu ? Toh, dia juga mungkin sudah melupakannya bukan ? Lelaki yang tadi bertemu dengan Yuri adalah Baekhyun, teman masa kecilnya saat mereka sedang berlibur dua bulan diSwiss.

Saat itu mungkin umur mereka sudah mencapai 5 tahun. Yuri dan Baekhyun selalu bermain bersama, selama diswiss tempat kesukaannya adalah toko coklat yang dulu merupakan toko kecil milik teman Baekhyun. Atau mungkin mereka akan datang ketaman bermain yang tak jauh dari restoran yang menjual makanan Korea. Sambil menghirup masakan yang chef itu hidangkan mereka akan bermain ayunan, perosotan atau panjat panjatan.

Sebenarnya, Yuri tak sepenuhnya melupakan kenangan itu. Dia hanya benar benar tak mengenali namja itu, namja yang rupanya sempat beberapa saat begitu dekat dengannya. Yuri jadi ingat saat dia dengan polosnya berkata pada Baekhyun kalau dia mencintainya, ketika Yuri harus kembali keKorea. Dan sekarang dia begitu menyesal pernah mengatakan hal itu, dulu dia tak benar benar tau apa yang dimaksud dengan cinta. Dia masih kecil kan ?

“Gwenchana, lagipula itu juga sudah lama sekali. Aku senang bisa bertemu denganmu, Yuri-ah” Katanya. Dia tersenyum manis pada Yuri. Sekilas, gadis itu merasakan jantungnya kembali terpompa lebih cepat. Dan Yuri buru buru membalas senyuman Baekhyun.

“Ya sudah Baekhyun, bagaimana kabar Appamu ? dia baik baik saja bukan ?” Tanya Appa Yuri. Baekhyun menganggukkan kepalanya dan tersenyum ragu, dari wajahnya yang tampan itu terlihat begitu jelas jika dia mengatakan ‘Ya, dia baik baik saja. Setidaknya untuk saat ini’

“Kalau begitu, ayo naik keatas. Disana ada kamar kosong untukmu, Baekhyun” Sekarang giliran ummanya yang berkata. Baekhyun menganggukkan kepalanya senang, kemudian berjalan menuju lantai atas ditemani dengan Umma Yuri.

|

            Yuri berjalan menyelusuri jalan kota Seoul yang sepi. Tangan kanannya mengenggam sebuah tas besar yang berisikan sebuah gaun yang sempat dia rancang ditempat kerjanya, karena dia belum menyelesaikannya mau tau mau Yuri harus membawa gaun itu pulang dan menyelesaikannya dirumah.

Langkah gadis itu berhenti saat dia tepat berada didepan cafe kopi tempat yang sering dia kunjungi bersama sahabar sahabatnya dulu. Dia hendak melangkahkan kakinya masuk kedalam tapi Yuri kembali mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk berjalan pulang. Apalagi kali ini hawanya semakin dingin.

“Yuri!” Gadis itu menjatuhkan tas besar yang dibawanya. Dia memutar tubuhnya seraya mengumpat kesal, Gadis itu berencana memarahi siapapun orang yang mengejutkannya dari belakang seperti itu. Hey! Dia tak suka dikejutkan dengan cara seperti itu.

Kedua mata gadis itu menatap sosok lelaki bertubuh pendek kini memamerkan deretan gigi putih dan rapinya pada Yuri. Yuri mendesah perlahan saat melihat lelaki itu berada dihadapannya, setiap hari dia melihatnya, merasakan betapa jengkelnya dia dirumah. Dia benar benar tak terlihat seperti Baekhyun 14 tahun yang lalu.

“Kau sedang apa disini ?” Tanya Yuri malas, gadis itu melangkahkan kakinya meninggalkan Baekhyun yang terdiam menatapnya dengan wajah aneh. “Hanya jalan jalan. Kau tak ingin pergi kesuatu tempat ? Oh, oh biarkan aku yang membawa ini” Ujar Baekhyun kemudian meraih tas besar yang dibawa oleh Yuri. Yuri terdiam, membiarkan lelaki itu membawanya, yah setidaknya kini sedikit beban terkurangi dari tangannya.

“Ayo kita pergi kesuatu tempat” Usul Baekhyun. Yuri memutar kedua bola matanya kesal kemudian mengangguk terpaksa.

Mereka berdua berjalan menyelusuri jalanan Seoul yang masih ramai. Dibulan Desember ini, seharusnya salju sudah turun tapi tak terjadi apapun disini. Masih sama sepergi keadaan Seoul minggu minggu lalu. Daun daun mapple itu sudah rontok, hanya saja salju itu mungkin akan datang terlambat lagi tahun ini.

Langkah Yuri terhenti disamping lampu jalan yang terlihat remang remang. Dia duduk disalah satu bangku kayu yang selalu dia duduki, seraya menatap orang orang yang berlalu lalang melakukan aktivitas masing masing. Baekhyun masih terdiam, mengamati lampu jalanan itu dengan alisnya yang terangkat sementara Yuri berusaha dengan keras untuk tidak memperdulikan lelaki itu.

“Sudah berapa lama ?” Tanya Baekhyun. Dia menaikkan salah satu alisnya menatap Yuri yang kini terdiam bingung dengan maksud ucapan Baekhyun. “Apanya ?” Ujar Yuri, jutek.

“Lampu ini, sudah berapa lama dia remang remang seperti ini ?” Tanya Baekhyun berusaha menjelaskan maksudnya. Yuri memandang lampu itu sekilas dan kembali mendesah pelan. “3 bulan yang lalu. Duduklah, kau sungguh terlihat seperti orang gila disana” Omel Yuri, gadis itu kini mengalihkan pandangannya menatap sebuah kedai coffee, lalu tersenyum tipis.

“Kenapa kita duduk disini, eoh ?” Tanya Baekhyun. Lelaki itu menolehkan kepalanya kesana kesini berusaha menemukan sebuah hal menarik yang bisa membuatnya bisa berlama lama duduk disini. Hey! Dia tak harus memandang jalanan yang kini dipenuhi dengan mobil mobil bukan ? masih ada banyak hal menarik dibandingkan dengan itu.

“Kau tidak suka ? Lagipula aku duduk disini untuk menunggu—“

“Salju turun! Lihat!” Teriak Baekhyun senang. Dia menatap benda putih bulat yang kini turun diam diam dan mendarat diantaranya dan Yuri. Sementara itu Yuri mendongakkan kepalanya menatap salju salju lain yang mulai menyusul, jatuh kebawah kemudian mendarat ditempat yang dia inginkan atau bahkan tempat yang selama ini dia hindari.

Yuri suka salju. Jika hal itu bisa dia ceritakan maka dia mulai menyukai salju sejak 14 tahun yang lalu. Saat dia dan Baekhyun bermain main dengan salju didekat sungai yang berada didekat rumah mereka. Memperhatikan ikan ikan yang berlarian menghindari salju salju itu. Menatap daun daun yang hijau tiba tiba berubah menjadi putih dan yang paling gadis itu suka adalah menatap Baekhyun yang sibuk memasukkan salju salju yang melayang layang itu kedalam mulutnya.

“Buka mulutmu” Perintah Baekhyun pada Yuri. Gadis itu hanya terdiam, menatap Baekhyun yang kini memejamkan kedua matanya seraya membuka mulutnya lebar lebar. Sampai sebuah salju benar benar hinggap kedalam mulutnya. Gadis itu tersenyum. Kemudian membuka mulutnya lebar lebar dan mereka menunggu salju hinggap kedalam mulut mereka.

“Ah dingin!” Ujar Yuri saat sebuah salju benar benar masuk kedalam mulutnya dan mencair kedalam kerongkongannya. Dia terkekeh pelan, kemudian menoleh menatap Baekhyun yang kini terdiam menatapnya. “Wae ?”

“Aniya, aku hanya ingat. Kau pernah bercerita padaku, jika ada seorang yeoja dan seorang namja bertemu ketika salju pertama turun mereka akan saling jatuh cinta. Apa menurutmu itu benar ?” Tanya Baekhyun. Dia menatap sosok Yuri yang terlihat terdiam seraya mengangangkat alisnya sebelah kanan. Lalu berkata, “Mungkin”

“Tapi rasanya aku juga sudah—“ Ujar Baekhyun. Dia menatap Yuri yang terlihat terdiam, menatapnya dengan tatapan aneh. “Sich Verlieben denganmu” Lanjutnya. Yuri membulatkan kedua matanya, menatap Baekhyun dengan tatapan tak percaya.

Salju salju itu turun perlahan lahan, diam diam memenuhi tanah menutupi daun daun, menyelimuti hati kedua insan yang sedang jatuh cinta. Kemudian mencair begitu saja, menglilang digantikan dengan salju salju lain. Sementara itu, Baekhyun sibuk memandang Yuri, berusaha mengungkapkan bahwa dia sungguh sungguh mencintai gadis itu, apapun yang terjadi.

“Aku mencintaimu”

|

END

Yehet! Gimana ? Maaf ya akalu hancur hhhe 😀 btw ya Sich Verlieben itu artinya jatuh cinta dan itu merupakan bahasa swiss. Yap, Author sok banget pake bahasa swiss segala padahal bahasa indonesia aja dapet nilai berapa elo hehh. Ok lupakan soal itu.

Yah semoga kalian menyukai couple ini yap-,- jangan lupa komentar, yehet!

Byebye

Iklan

10 thoughts on “[Drabble] Sich Verlieben

  1. Danita-chan! Akhir’x bisa jg bkin jejak 😀 ahh~ smpe gulang-guling krna bingung pngen bkin komen bt gak ngerti . Hha~ /curcol/slap . Seneng deh~ kmu bneran publish hri ini . Ahh~ pairing’x jrng nih .. Bt feel’x ttep dapet ^^ jtuh cinta saat salju turun ? Manis bnget sih .. Ituh si Baekkie crta’x nembak Yul ya ? Aishh~ bt ngegantung nih . Yul’x gak ngerespon apa” deh prasaan .. Apa mgqn akan ada sequel ? /ngarep/jitak . Ahh~ bt gak disequelin jg gpp koqq . Udh khas kmu lahh yg suka bkin ending’x trsrh pemirsa xD eh , eonnie lnjut ke drabble slnjut’x yaa ..

  2. Hhhh baekie kaya anak kecil banget..polosss nyaa bikin gemes #bayangin muka baekie
    Yuri spechless tuh baekie nyatain cinta kaya gitu,,ahahahaha
    Seruuu banget..seandainyaa ada lanjutannya,, ga cuma sampe baekie ngungkapin perasaannya aja..hehehe

  3. Wiihhhh, keren banget eon.. 😀
    Lucu dan nggemesin banget moment YulBaek nya waktu buka mulut sambil nunggu butiran salju masuk ke mulut nya.. ^_^

Comment please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s