I’m Wolf 5D

im-wolf_kwon-soo-hjin_melurmutia

I’m Wolf [5D]

|

|

|

Kwon Soo Hjin’s Story

|

|

Xi Luhan-Kwon Yuri-Krystal Jung

Oh Sehun-I’m YoonAh-Kim Jong In

–You can find in this story–

|

Poster by. Melur Mutia’s

|

|

Sebuah buku ramalan berkata, jika kau dan aku memang ditakdirkan untuk bersama

|

You can read another part HERE

|

I’m Wolf

|

December, 12. 1989. Wolftown.

“Aku harus meramalkan dan memberi nama untuk putra dari Raja Suho dan Ratu Tiffany ?” Tanya Lelaki tua itu. Dia menatap sesosok lelaki tampan yang kini menggunakan mahkota berukuran besar nampak berlapis emas. Sementara disampingnya ada sesosok gadis cantik, rambutnya coklat sedikit bergelombang, cantik. Perutnya membesar mengandung bayi yang akan mewarisi tahta kerajaan esok hari.

“Ya, kudengar anda adalah peramal terhebat diKota serigala ini” Jelas Suho, terdengar seperti memuji, memohon, dan meragukan. Bahkan perkataannya terdengar seperti, ‘Apakah kau benar benar yang terhebat ? Mari buktikan’. Lelaki tua itu tersenyum simpul kemudian mengangguk pelan.

“Terimakasih, Yang Mulia” Lelaki tua itu membungkuk senang.

“Baiklah. Silahkan mulai”

Lelaki tua itu memejamkan kedua matanya. Beberapa detik kemudian, Tiffany berteriak kesakitan, rumah tempat mereka dudukpun ikut bergetar. Suho panik, tapi dia sibuk bahkan terlalu sibuk untuk menenangkan dirinya sendiri dan juga menenangkan Tiffany.

Cukup lama bumi bergetar, Akhirnya getaran itu berakhir diikuti dengan senyuman lelaki tua yang sering dipanggil dengan nama ‘Lay’. Suho terlihat mendesah kesal sementara Tiffany ia menatap cemas lelaki tua itu sambil mengelus perutnya yang buncit.

“Namanya adalah Luhan. Yang berarti Ketampanan, Keberanian serta Kebaikan hati. Dia akan lahir pada 20 April tahun depan, tepat saat bumi, bulan dan matahari berada diposisi yang sejajar. Keberaniannya akan dikenal hingga keseluruh pelosok negeri. Ketampanannya akan membuat seluruh gadis rela berkorban apapun untuknya. Kebaikan hatinya akan membuat masalah yang akan merumitkan dirinya sendiri. Kebaikannya akan membuatnya mencintai sesosok gadis yang terlarang, dan dia adalah orang pertama yang akan melanggar adat manusia serigala, menikahi seorang manusia murni. Gadis itu cantik, berhati lembut. Dia adalah gadis yang paling cantik diantara para ratu yang pernah ada dan tak akan ada orang yang mampu menggantikannya. Luhan akan sangat mencintai gadis itu, dan Luhan adalah satu satunya orang yang akan membunuh anda, Baginda Raja. Dia akan membunuh Ayahnya sendiri, karena suatu kes—“

“HENTIKAN !! Apa yang kau maksud dengan ramalanmu itu, Bapak tua ? Aku akan memberinya nama Luhan karena aku yakin dia akan menjadi lelaki yang tampan, berani dan baik hati. Tapi aku tak yakin dia akan membunuh Ayahnya sendiri. Aku akan berbuat apapun supaya dia tak membenciku, dengan begitu aku tak bisa mati” Sahut Suho. Dia menatap lelaki tua dihadapannya yang hanya terdiam, menunduk.

“Maafkan aku baginda, tapi cerita ini sudah tertulis dengan tinta hitam. Jika alur dari tinta hitam berubah, maka akan menimbulkan dampak yang luar biasa. Lagipula, Kematian pasti akan terjadi, semua orang pasti akan mati, Tuan” Kata Lay pelan. Dia masih menunduk berharap Suho akan mengerti.

“Penggawal !”

“Bunuh dia !”

|

April, 20. 1990. Casstle.

“Putra ada sudah lahir, Baginda”

Suho memalingkan kepalanya. Tangan kanannya terangkat menyuruh pelayan itu pergi. Hatinya begitu cemas sampai sampai dia benar benar gila. Putranya sudah lahir dan dia sama sekali tak merasa senang. Tubuhnya mulai melemas. Jadi, apakah dia hanya tinggal menunggu waktu kematian menjemputnya mulai dari hari ini ? Lagipula sehebat apakah anaknya nanti sehingga mampu membunuh dirinya ?

“Aku benar benar gila” Raungnya. Matanya berubah menjadi biru. Tubuhnya yang semula berbentuk manusia kini berubah menjadi hewan mirip seekor anjing abu abu, ia berlari menuju kedalam ruangan tempat dimana Tiffany melahirkan putranya.

“Bisakah aku melihatnya ?” Tanya Suho pada  Sunny, istri keduanya. Sunny mengangguk pelan kemudian menyerahkan bayi laki laki yang begitu tampan pada Suho. Kulit bayi itu putih bersih bak kapas, wajahnya benar benar tampan. Suho terpaku sesaat, kemudian mengecup ujung kepala bayi laki laki itu.

“Nak, namamu adalah Luhan”

|

            “Tiffany, aku sudah membuatkanmu teh. Minumlah, Lagipula Luhan sudah besar. Dia mungkin sedang bermain main bersama Yoona dihutan” Kata Sunny pelan. Dia duduk disamping Tiffany seraya menyodorkan teh berwarna hijau pekat. Tiffany tersenyum senang lalu menerima teh itu dan meminumnya.

“Lalu dimana putrimu itu ?” Tanya Tiffany, dia menoleh menatap Sunny yang hanya tersenyum manis. “Dia sedang berburu dengan Suho, dihutan. Aku rasa dia akan baik baik saja” Kata Sunny pelan.

“Tiffany-ah. Maafkan aku, jika mungkin selama ini aku tak mampu menjaga putramu dengan baik saat kau dan Suho sedang berpergian” Sunny menatap Tiffany mengharapkan belas kasian gadis itu. Tiffany kembali tersenyum lembut kemudian menganggukkan kepalanya pelan.

“Untuk apa kau berbicara seperti itu, Sunny ? Aku justru sangat berterima kasih”

|

            “Kau ! katakan pada Appamu ini, siapa nama gadis yang akan menikah dengan Luhan dimasa depan ?” Suho berteriak pada gadis manis berambut coklat tua. Gadis itu menghela nafasnya berat, tak berani menatap Appanya.

“Molla—“

“Jangan pernah berbohong, Krystal. Selama ini, Appa tak pernah mengajarimu untuk berbohong” Bujuk Suho lagi. Krystal kembali menggelengkan kepalanya tanda dia tak mengetahui siapa gadis itu.

Kesialan tiba tiba datang padanya semenjak kematian Ibunya beberapa hari yang lalu. Ibunya tewas karena bunuh diri dan dia tau betul ini semua karena Appanya. Ibunya selama ini pernah bercerita tentang gadis yang akan menjadi adiknya dan menikahi Luhan, namanya Kwon Yuri. Tapi dia sudah berjanji untuk tidak membocorkan hal itu kepada siapapun, sekalipun pada orang dihadapannya ini. Ibunya juga pernah berpesan jika dia harus melindungi gadis itu dan Luhan, karena mereka akan menghapus kegelapan yang selama ini menyelimuti kerajaan bahkan dunia serigala. Krystal sudah berjanji maka dia akan menepatinya.

“Kalau begitu kau yang akan mencari gadis itu dibumi. Jangan pernah kembali sebelum kau menemukannya”

|

“Nonna!”

Gadis kecil itu menoleh. Menatap sesosok lelaki tampan berambut pirang kini berlarian kearahnya. Krystal kembali mengendus kesal. Kakak selalu punya cara sendiri untuk membuat adiknya bahagia. Selama ini, dia mengaku pada Luhan jika dia adalah sahabatnya. Ia berkata pada Luhan jika ibunya, Sunny hanyalah seorang pelayan dikerajaan Luhan. Dan bodohnya, Luhan mempercayai hal itu.

“Berhenti memanggilku dengan sebutan itu. Aku bukan Nonnamu” Saut Krystal galak. Luhan tertawa pelan namun gigi kecilnya yang putih masih terlihat begitu jelas.

“Tempat apa itu ? Kenapa dia transparan, Kajja kita kesana” Luhan menarik Krystal menuju kearah lubang besar transparan yang bergerak gerak. Namun langkah mereka terhenti saat mereka sudah berada didepan tempat itu.

“Cepatlah pulang, kita tidak boleh datang kebumi”

I’m Wolf

May, 11. 2014. WolfWorld.

“Unnie yakin akan pergi kebumi ?” Yoona menatap gadis manis dihadapannya dengan tatapan memohon untuk tidak pergi. Tapi gadis dihadapannya ini hanya tersenyum singkat seraya menganggukkan kepalanya pelan. Sementara gadis bertubuh kecil dan berambut pirang yang berdiri disampingnya membungkuk, memberi salam pernghormatan serta salam perpisahan pada Yoona.

“Yuri unnie, tapi bagaimana dengan pernikahan Luhan Oppa dan Krystal unnie ? Apa kau benar benar akan membiarkan mereka menikah ? Kau tak mencintainya ?” Kata Yoona lagi. Gadis bernama Yuri itu menatapnya sendu. Tangan kanannya menyentuh bahu Yoona, kemudian berkata.

“Dalam cinta, ada dua hal yang harus kau ketahui Yoon. Yang pertama adalah Perjuangan dan yang kedua adalah pengorbanan. Cinta tak hanya butuh perjuangan, tapi juga pengorbanan. Jika aku sudah berjuang untuk mendapatkan Luhan, maka aku akan mengorbankan dia untuk hidup lebih bahagia bersama dengan gadis yang mungkin lebih baik dariku. Arraseo ?” Tanya Yuri. Ia menatap Yoona dengan segaris senyuman diwajahnya. Yoona mengangguk lemas lalu memeluk gadis yang ada dihadapannya, gadis yang sudah dianggapnya sebagai Unnienya.

“Ah, sudahlah. Lagipula, kau bisa pergi kebumi jika kau merindukanku kan ?” Kata Yuri, dia melepaskan pelukan Yoona kemudian mengambil secarik kertas berwarna putih tulang yang diketahui sebagai undangan pernikahan Luhan dan Krystal. Yoona tersenyum pada Yuri singkat.

“Baiklah, terimakasih Taeyeon Unnie semoga aku bisa menemuimu lagi. Dan Unnie, jaga dirimu baik baik ne. Mianne aku tidak bisa mengantarmu, ada beberapa hal yang harus kukerjakan” Kata Yoona. Gadis itu tersenyum lalu mengikuti langkah kaki Yuri dan Taeyeon yang hendak berjalan keluar rumah. “Sampai jum—“

“Kau akan kemana ?” Ketiga gadis itu menoleh. Menatap sesosok lelaki berambut kuning kini berjalan mendekati mereka. Entah mengapa ia terluka melihat gadis yang dibawanya masuk kedunia serigala akan pergi. Tubuhnya bergetar, namun ia masih memaksakan kaki jenjangnya untuk berjalan mendekati Yuri. Dan sejujurnya pertanyaan yang ia lontarkan itu untuk Yuri. “Pulang”

“Tapi kenapa ?” Lelaki itu kembali membuka mulutnya. Ditatapnya gadis bermata coklat bening yang kini terlihat memalingkan pandangannya. Yuri hanya tak ingin ia terluka lebih jauh lagi karena mencintai Luhan. “Orang tuaku meninggal, jadi aku—“

“Karena pernikahanku ? Dengar, aku tak mencintai Krystal kau tau kan ?” Ujar Luhan cepat seraya memotong ucapan dari Yuri. Dia mengenggam tangan kanan Yuri namun gadis itu melepasnya, dan hal ini lah yang membuat hatinya benar benar terluka.

Gadis itu tak lagi menjadi gadis yang sama seperti gadis yang ia temui setengah tahun yang lalu. Gadis itu tak lagi menjadi gadis yang tersenyum begitu manisnya, bak gula yang memaniskan teh yang tawar. Gadis itu berubah, semenjak terakhir kali ia menemuinya, tepat 2 hari yang lalu.

“Tentu saja bukan. Lagipula sedang apa kau kesini ? Esok adalah hari pernikahanmu, kau tak sepantasnya keluyuran begini, Luhan. Aku yakin kau akan bahagia, kunjungilah aku dibumi jika kau sempat. Aku pergi” Gadis itu melangkahkan kakinya, meninggalkan sesosok lelaki yang berdiri mematung diteras depan rumah itu. Memperhatikan sosoknya yang semakin menjauh dan hilang.

“Oppa, aku juga harus pergi”

Ia benar benar sendiri sekarang. Sedetik kemudian, Luhan melangkahkan kakinya berjalan meninggalkan rumah tua itu. Berjalan bersama luka yang menyelimuti hatinya. Apapun yang terjadi esok, dia harus menggagalkan pesta pernikahan itu. Demi Yuri.

I’m Wolf

            “Masuklah, Taeyeon-ah. Aku berjanji padamu akan kembali secepat mungkin, aku harus datang kerumah Xiumin Adjussi untuk melihat perkembangan Sehun. Kau tak perlu mengkhawatirkanku, sungguh ! aku akan baik baik saja”

Gadis bernama Taeyeon itu menganggukkan kepalanya singkat. Kemudian berjalan kearah luhang besar transparan yang selama ini menghubungkan antara bumi dan juga dunia serigala. Beberapa detik kemudian, gadis bernama Taeyeon itu menghilang. Dan Yuri berdiri disana, diatas langit hitam pekat tanpa bintang, ditengah tengah hutan rimbun penuh dengan manusia serigala mengintai. Ia sudah terbiasa disini.

Entah mengapa kini fikirannya mulai melayang, saat ia pertama kali datang kesana dan seekor serigala melukai kaki dan tangannya. Dan bahkan ia tak pernah mengira jika serigala itu akan menjadi sosok yang begitu baik padanya. Gadis itu tersenyum tipis kala mengingat bagaimana Luhan menciumnya agar ia bisa keluar dari sana. Bodoh ! tapi kenyataan itu benar benar membuat hatinya sakit.

‘Jika seekor serigala akan melangsungkan pernikahan, ia akan melewati tempat bernama ‘Batu Cinta’ dimana batu itu akan mengatakan dengan jujur apakah lelaki itu benar benar mencintai gadis yang akan menikah dengannya atau apakah lelaki itu sudah pernah mencium gadis lain. Jika laki laki itu pernah mencium gadis lain, maka batu batu akan terjatuh dan pernikahan harus benar benar dibatalkan’

Tubuh Yuri menengang kala mengingat kata kata yang Xiumin Adjussi katakan. Jika Luhan dan Krystal akan melakukan prosesi itu, maka pernikahan mereka akan gagal ? Benarkan ? Hey ! Entah mengapa gadis itu tersenyum senang kali ini, yah setidaknya hatinya ini menjadi sedikit lega dengan kemungkinan itu. Namun, beberapa detik kemudian dia kembali memajukan bibirnya.

“Memangnya hanya aku satu satunya orang yang pernah dia cium ? Bodoh! Apa yang kau fikirkan Kwon Yuri ? Kau bahkan tak bisa berhenti memikirkannya. Aish” Rancaunya. Ia mengacak acak rambutnya sendiri dengan kesal lalu melangkahkan kakinya dengan malas menuju kearah rumah Xiumin ah tepatnya rumah Appa Sehun.

Kresseeekkkk

“Ah, Mwoya ?” Gumamnya pelan. Dia menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri saat mendengar suara dari arah dedaunan. Gadis itu mendesah perlahan, apakah ini menjadi kedua kalinya ia dilukai oleh bangsa serigala ? dan apakah ini kedua kalinya Luhan akan menjadi pangeran berkuda putih yang akan menyelamatkannya ? Tapi ada satu hal yang gadis itu inginkan, tolong jangan pernah flashback.

“Yuri, apakah itu kau ?” Gadis itu menoleh dan mendapati sesosok lelaki bertubuh tinggi serta berambut coklat kini tersenyum padanya. Tubuh Yuri membeku, tak percaya dengan apa yang dia saksikan. Dan dia berharap kepada siapapun untuk membangunkannya jika ia kali ini benar benar bermimpi, tapi jika tidak maka ini adalah keajaiban.

“Sehun ? Kau masih hidup ? Aku senang bisa melihatmu lagi” Gadis itu berlari kemudian memeluk namja bernama Sehun itu. Entah mengapa ia bahagia melihat sahabatnya bisa selamat dari jerat malaikat maut. Sehun tertawa ringan kemudian membalas pelukan Yuri.

“Sebenarnya butuh waktu lama untuk mencari tubuhku. Karena yang ku ingat aku berada ditengah hutan saat itu, tapi nyatanya jasadku sudah berada dirumah Appa” Jelas Sehun singkat. Yuri melepaskan pelukan mereka kemudian menatap Sehun singkat.

“Lalu bagaimana dengan Kai ?”

“Maafkan aku Yuri, sebelum aku kembali dia memintaku untuk mencari jasadnya yang berada diatas batu diujung selatan hutan. Tapi saat aku berada disana, tubuh Kai sudah berlumuran darah dan ada sebuah pedang emas yang menancap dijantungnya. Aku yakin jika serigala lain tak akan melukai Kai, karena disana adalah tempat untuk melakukan pertukaran nyawa. Dan Kai benar benar tak mampu untuk kuselamatkan. Mian” Jelas Sehun.

Yuri terdiam. Ia benar benar menyesal karena tak mencari jasad Kai saat itu, itupun karena diantaranya dan Luhan tak ada yang tau dimana letak Hutan Selatan. Dan karena kecerobohannya lah dia tak mampu menyelamatkan sahabatnya.

Hati Yuri kali ini benar benar terasa membeku. Ada begitu banyak persoalan yang menghantamnya dan bahkan persoalan itu membutuhkan cara yang rumit untuk menyelesaikannya. Jika dia diberi pilihan, ia tak akan mau tersesat dihutan dan dia akan dengan senang hati untuk dibunuh oleh Yoona kala itu.

“Apa kau sudah bertemu dengan Yoona ?” Tanya Yuri mencoba mengalihkan pembicaraan. Gadis itu melangkahkan kakinya perlahan diikuti dengan Sehun. Sehun menggeleng pelan. “Belum. Kau orang pertama yang kutemui, itupun aku mengira jika kau adalah Luhan” Jawab Sehun. Yuri terkekeh pelan.

Jaket yang Yuri kenakan ini memang milik Luhan. Masih sama seperti jaket yang Luhan berikan dulu, untuk melindungi gadis itu dari ancaman serigala yang merepotkannya. “Bagaimana hubunganmu dengan Luhan ?” Sehun kini menoleh menatap Yuri yang terlihat terdiam. Gadis iu tersenyum getir lalu menyodorkan gulungan kertas berwarna putih tulang pada Sehun.

Sehun membaca kertas itu dengan seksama. Kedua matanya membulat tak percaya dan menatap Yuri dengan tatapan bingung dan butuh penjelasan. “Pernikahan ? Lelucon macam apa ini ?”

“Entahlah, Sehun-ah. Ini begitu tiba tiba sehingga benar benar membuatku terkejut. Tapi jika ini benar benar takdirnya, aku bisa apa ?” Gadis itu menceritakan isi hatinya kali ini. Tak mudah baginya menceritakan apa yang ia rasakan pada seseorang, karena dia adalah sosok yang penyendiri. Sehun mengelus rambut hitam pekat milik Yuri pelan, mencoba menenangkan hati gadis itu. Ia tau betul bagaimana perasaannya. Meskipun kali ini hatinya tak lagi milik Krystal, tapi ia pun masih terluka. Bagaimanapun Sehun juga pernah mencintai Krystal.

“Tenangkan hatimu, Yuri. Aku tau ini menyakitkan, tapi setidaknya jangan biarkan luka itu menguasai dirimu. Ku fikir ini memang merupakan makna aneh tentang cinta, Love is sickness but sometimes sweetness” Sahut Sehun pelan. “Kau tak seharusnya terluka seperti ini. Karena kau adalah gadis yang baik”

Gadis itu tersenyum tipis kala mendengar ucapan dari Sehun. Meskipun ia mencoba sekuat apapun untuk terlihat tegar dihadapan orang lain, ketegarannya akan menghilang jika ia menatap sosok Luhan. Karena ketika dia sedang jatuh cinta, ia akan memberikan seluruh hatinya pada sosok yang ia cintai. Dan Gadis itu benar benar sudah memberikan hatinya untuk sosok Luhan.

“Aku tau. Terima kasih, Sehun-ah”

I’m Wolf

            Begitu banyak lelaki yang gadis itu temui dan mengajaknya untuk berkencan bahkan pada awal pertemuan, tapi ia tak benar benar bisa melupakan sosok Sehun yang selama ini benar benar menghiasi hatinya. Aneh memang, karena jika dia semakin melupakan Sehun, semakin itu pula dia melukai hatinya.

Yoona memang tau, Sehun bukan satu satunya serigala yang bisa ia cintai. Masih banyak serigala laki laki yang bahkan lebih tampan dan kaya dari Sehun. Tapi tetap saja ia masih tak bisa untuk berpaling. Baiklah, lelaki itu memang sudah melekat dalam jiwanya.

Gadis itu menghela nafasnya panjang. Pandangannya mengedar kala ia duduk dikursi ruang tamu dirumah Appa Sehun. Lelaki tua yang biasanya menemaninya itu sedang membuatkannya teh didapur, sementara itu ia tak menemukan jasad lelaki yang dia cintai diatas kasur rapuh didekat ruang tamu. Entah dimana lelaki tua itu memindahkannya, karna tujuannya datang kesini untuk melihat jasad Sehun lebih tepatnya menghapus rasa rindu yang ia rasakan.

“Appa ! Aku pulang !” Yoona terperanjak kala mendengar suara itu. Ia yang tadinya terduduk lemas kini bangkit dari duduknya dan menatap sesosok lelaki tinggi serta seorang gadis berambut hitam dibelakangnya.

Tubuh Yoona membatu. Diam diam seutas senyuman terlukis indah diwajahnya yang cantik. Jantungnya ini seolah berhenti berdetak karena tak percaya. Lelaki itu benar benar masih hidup. Dia benar benar Sehun, sosok yang ia cintai kini sedang bersama dengan Yuri. Eh ? Yuri ?

Yoona menyipitkan matanya kala menatap sosok Yuri kini memamerkan cengiran bodoh diwajahnya yang cantik. Gadis itu mendesah pelan, dan seolah dia melupakan kebahagiaannya tentang sosok Sehun yang masih hidup. Yoona lebih tertarik untuk mengomel panjang lebar kepada gadis yang kini berani beraninya pergi bersama dengan sosok yang ia cintai dan berani beraninya Yuri tidak memberitaunya jika Sehun masih hidup. Eit, Sehun hidup ? Yoona kembali membelalakkan kedua matanya, tersenyum riang lalu memeluk sosok Sehun yang menatapnya, ganjil.

“Sehun Oppa !”

Yoona memeluk lelaki itu dengan erat. Sementara Sehun terlihat terkejut dan mematung melihat ekspresi Yoona yang kelewatan senang. Yuri terkekeh pelan, lalu duduk dikursi tamu dan melihat kedua insan itu sedang berpelukan dengan mesranya. “Syukurlah, aku benar benar cemas selama ini” Gadis itu berkata seraya melepaskan pelukannya.

“Gumawo. Aku senang kau mencemaskanku, Yoon” Kata Sehun senang. Ia tersenyum lembut pada Yoona. Ditatapnya wajah cantik milik gadis itu, cukup lama hingga gadis itu mengalihkan pandangannya dan menatap sinis kearah Yuri.

“Kenapa unnie tidak memberitauku ? dan kenapa unnie masih disini ? Kau bilang akan pergi karena Luhan Oppa menikah dengan Krystal” Omel Yoona. Yuri nampak tertawa pelan, lalu menjelaskan pada Yoona bagaimana ia bisa berada disini dan kenapa ia bertemu dengan Sehun.

Tak butuh waktu lama, lelaki tua keluar dari sebuah ruangan tua yang sering mereka sebut dengan dapur itu seraya memegang sebuah nampan berisikan 4 gelas teh. “Sudah kuduga Yuri akan datang” Kata Xiumin Adjussi. Suaranya yang tua, pelan dan bergetar membuat seutas senyuman manis terlukis diwajah Yuri.

“Adjussi, aku ingin bertanya tentang Batu Cinta. Apakah Luhan pernah mengatakan jika prosesi pernikahannya akan dilakukan disana ?” Tanya Yuri to the point. Dia menatap lelaki tua itu dengan tatapan serius. Sementara Xiumin hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan.

“Ya, aku tau kau akan menanyakannya. Ini adalah salah satu rencana Luhan untuk mengagalkan pernikahannya dengan Krystal. Karena dia tau batu cinta tak akan pernah berbohong” Kata Xiumin adjussi. Lagi lagi kupu kupu kini berterbangan dalam perut Yuri. Gadis itu harus mengakuinya, selain perasaan lega yang ia rasakan ia juga benar benar bahagia.

“Memangnya kalian sudah pernah berciuman ?” Tanya Sehun. Yuri terdiam. Tubuhnya membeku tak kuasa menjawab pertanyaan yang Sehun lontarkan. Dan entah mengapa wajahnya tiba tiba saja berubah menjadi pucat dan memerah seolah terbakar, karena itulah Sehun dapat menyimpulkannya dengan kata ‘Yes, she did’.

“Mereka pernah berciuman, waktu berada dirumah Luhan oppa. Menjijikkan, aku yang melihatnya saja ingin muntah” Kata Yoona. Ia terkekeh pelan saat mengingat betapa bodohnya ekspresi Yuri saat Luhan menciumnya dan yang pasti itu sangat menjijikkan bagi Yoona. Ia tak pernah membayangkan sebelumnya, bagaimana bisa Luhan begitu pandai mencium seorang gadis. Ah, dia harus melupakannya. “Kau tak seharusnya membicarakan hal itu, Yoon. Itu memalukan” Gurau Yuri. Mereka tertawa.

“Tapi apa yang harus ku lakukan Adjussi ?”

I’m Wolf

            Gaun merah mudanya yang panjang itu benar benar membuatnya susah. Apalagi, kali ini dia harus benar benar mengantri hanya untuk bisa masuk kedalam pesta pernikahan sang pangeran tampan itu. Gadis itu tak akan mau bersusah payah untuk menunggu jika dia bisa masuk kedalam dengan mudah bersama Yoona. Tapi ini adalah perjuangan ucatuk cintanya. Kurang lebih seperti itu.

Ia berharap lelaki itu tak tau tentang keberadaannya, karena rencananya akan benar benar gagal jika ia mengetahuinya. Gadis itu tau benar jika Luhan mungkin akan menyeretnya pergi dengan paksa kemudian membiarkan para penjaga sibuk berlarian untuk mencari mereka yang sedang bersembunyi layaknya anak anak.

“Nonna, silahkan masuk” Yuri menyerngit. Tapi ia berusaha untuk bersikap biasa saja layaknya dia memang tamu terhormat kali ini. Pengawal itu menunjuk kearah seorang gadis berambut coklat berperawakan tinggi yang tengah tersenyum senang, siapa lagi jika bukan Yoona.

Bagian belakang gaun berwarna merah muda itu terangkat, sehingga membuat Yuri menolehkan kepalanya dan menatap sosok Sehun kini tersenyum sambil memegang gaun panjang itu. “Ayo, cepatlah jalan. Dasar lambat” Ejek Sehun. Yuri mengendus kesal, dan entah mengapa ia merasa menjadi orang yang benar benar penting disana.

|

            Jika ada orang yang bertanya seperti apa batu cinta itu, maka Yuri akan menjelaskannya dengan sangat senang hati.

Tempat ini berada dibawah tebing yang tingginya kira kira 500 meter. Kursi kursi para tamu sudah diatur sedemikan rupa dan uniknya kursi kursi itu terbuat dari batu batuan. Jika kau melihat sekekeliling maka akan ada empat hal yang kau lihat. Diutara, akan ada lautan biru yang membentang begitu luas, dan entah mengapa gadis itu bingung. Bagaimana bisa, didunia serigala terdapat laut atau mungkin pantai ?

Sementara itu diselatan, akan ada tempat yang begitu gelap dan menyeramkan. Jika seseorang pernah membaca sebuah dongeng, maka kalian akan mengerti tentang ‘Hutan Kematian’.

Di bagian Barat, akan ada sebuah istana yang menjulang tinggi dan terlihat begitu kokohnya hingga kau bisa seolah olah hanya menyentuhkan dengan jari telunjukmu. Ujung istana itu runcing dan terlihat berwarna Cream dari kejauhan, dan walaupun sebenarnya istana itu terbuat dari emas.

Dan yang bagian terakhir adalah bagian Timur. Tak ada apapun yang dapat kau lihat, hanya hamparan tanah kosong yang tandus dan kering. Tanpa ada tumbuhan didalamnya, tanpa ada air.  Dan sejauh ini, pemandangan yang ‘layak’ untuk dilihat hanyalah pantai biru itu. Dan sisanya terlihat menakutkan.

Batu cinta adalah susunan batu yang membuat bentuk seperti gerbang masuk istana. Terlihat kokoh namun sangat rapuh. Warnanya putih pucat, sekilas hampir mirip dengan batu bata lainnya tapi warna dan teksturnya benar benar berbeda. Mungkin ini adalah batu yang langka, bisa jadi.

Setiap tiga menit sekali, seorang pelayan akan menghampirimu dan menanyakan tentang makanan apa yang ada minta. Tapi jika gadis itu benar benar serigala, dia akan meminta semuanya dibawa kemejanya. Hanya saja, melihat menunya saja dia bisa muntah muntah karena jijik. Jika minuman utamanya adalah darah singa dan makanan utamanya adalah seekor anak singa, manusia mana yang mau memasukkan makan tak layak makan itu kedalam mulutnya dan membiarkan ususnya yang malang melemas karena mencerna makanan seperti itu. “Tidak, nanti aku akan memanggilmu jika aku lapar” Alasan yang cukup logis, setidaknya.

Sudah hampir satu jam dia terduduk dibangku itu sendirian sambil memandang lautan dan mendengarkan langkah kaki manusia manusia serigala yang berhilir mudik dan seolah olah berlomba mengenakan pakaian selayak mungkin. Yah, sejauh ini mungkin diantara mereka sering datang kedunia manusia dan membeli baju disana kemudian menjualnya disini. Well, itu pemikiran yang bodoh.

Langkah kaki manusia manusia serigala yang berat itu terhenti. Dan kini hanya terdengar satu orang saja yang berjalan. Yuri mengalihkan pandangannya, menengok kekanan dan kekiri dimana seluruh orang yang ada disana fokus menghadap kebawah. Dan pesta akan segera dimulai.

Lelaki berjas hitam itu melangkahkan kakinya, perlahan. Dari kejauhan, dia mampu mengetahui dengan cepat siapa dia dan tak ada orang lain lagi, jika bukan Luhan. Gadis itu tersenyum tipis kala mengetahui Krystal berada disudut lain tempat itu. Prosesi ini akan benar benar berjalan seperti yang Luhan rencanakan.

Luhan akan melewati batu cinta itu untuk menghampiri Krystal. Dan jika batu itu mendeteksi Luhan tak mencintai Krystal maka ia akan roboh dan meruntuhkan semua kursi penonton, dan jika disalah satu kursi penonton terdapat orang yang lelaki itu cintai maka satu satunya kursi yang bertahan adalah kursi tersebut. Dan jika itu terjadi, maka pernikahan mereka harus benar benar dibatalkan.

“Aku takut jika batu itu tak mampu membaca hatinya” Gadis itu menoleh, dan menatap sosok Sehun kini duduk disampingnya seraya tersenyum pahit. Garis lengkung itu tak sesempurna biasanya dan Yuri hanya terdiam, merasakan cemas yang tiba tiba melanda dirinya.

“Apa yang akan terjadi padaku jika batu itu mendeteksi kebohongan Luhan ?” Tanya Yuri, dia menatap sosok Sehun yang terlihat cemas namun juga nampak santai. Lelaki itu menghela nafasnya yang tertahan, lalu membalas tatapan Yuri. “Hanya ada dua pilihan. Dipenjara atau mati”

“Apa ?”

“Appa Luhan tak akan membiarkanmu dengan mudah menikahi putranya itu. Dan kau harus tau Yuri-ah, Krystal adalah saudara tiri Luhan. Hanya saja Luhan tak pernah mengetahuinya, yang ia ketahui ia hanya punya satu saudara yaitu Yoona” Sehun kembali menjelaskan hal yang benar benar membuat gadis itu shok. Darimana dia tau semua itu ?

Denyut nadi gadis itu bagaikan berhenti kali ini. Entah mengapa setiap kali dia menatap sosok Luhan, sebuah perasaan aneh melonjak dalam dirinya. Ia berharap jika batu itu tak mendeteksi kebohongan Luhan, karna dengan begitu ia akan terbebas dari ancaman apapun. Tapi dia tak akan bisa mendapatkan hati lelaki itu, gadis itu benar benar terjebak dalam doa yang penuh resiko kali ini.

Luhan semakin mendekat kearah batu. Tapi tak ada tanda tanda goncangan apapun. Gadis itu mampu melihatnya dengan jelas, bagaimana kaki Luhan bergetar begitu hebat kala dia mendekati batu itu. Lalu apa yang dia cemaskan ? Yuri sempat memikirkan pertanyaan bodoh itu pada dirinya sendiri, dan mengutuk Luhan karena dia tak bisa bersikap ‘biasa saja’.

Luhan sudah ada dibawah batu itu. Tapi batu itu tetap kokoh.

Hati Yuri terlonjak. Fikirannya melayang kali ini, bergelut dengan perasaan aneh yang mengusik dirinya. Gadis itu, takut jika memang batunya tak dapat mendeteksi kebohongan Luhan. Atau mungkin lelaki itu memang tak mencintainya ? dan hanya menganggap ciuman saat itu hanyalah wujud pertolongan belaka.

Bodoh. Gadis itu bodoh karena berharap terlalu banyak pada lelaki itu. Berangan angan akan bahagia hidup bersamanya. Dan semua ini memang hanyalah mimpi belaka.

“Batu itu, tak bergerak” Gumam Yuri, terdengar kecewa dan putus asa.

Beberapa detik kemudian batu batu itu berjatuhan. Tanah yang ada disekitar Yuri bergerak, terguncang begitu hebatnya dan turun kebawah. Sementara gadis itu, masih pada posisinya duduk, dan hanya ada dia dan Luhan yang bertahan disana. Mereka bedua terpaku satu sama lain. Dan sekali lagi batu yang Yuri duduki itu bergetar, lalu melayang mendekat kearah arah dimana Luhan berdiri.

Luhan menarik tangan Yuri dan membantunya untuk turun dari kursi aneh itu. Lelaki itu melukiskan seutas garis manis yang benar benar ia tujukan pada gadis yang ada dihadapannya.

Mereka menjadi sepasang suami istri sejak setengah tahun yang lalu. Dan manusia serigala Luhan, sudah bersumpah dalam hatinya jika dia tak akan mencintai gadis lain saat itu, kemudian mereka melakukan ritual dimana seorang serigala jantan mencium serigala betina maka pernikahan sudah terjadi. Dan jiwa mereka sudah terikat.

Luhan tersenyum senang kemudian mendekap gadis itu dalam pelukannya. Ia mengelus rambut hitam milik Yuri lembut, kemudian membisikkan sesuatu pada Yuri. “Aku benar benar mencintaimu. Aku tak main main Yuri-ah”.

Dan tanah kembali bergetar. Kali ini lebih kuat sehingga mampu membuat Luhan dan Yuri melepaskan pelukan mereka kemudian memisahkan diri satu sama lain. Lalu beberapa detik kemudian, tanah tempat mereka berdiri terpisah menjadi dua. Sehingga tercipta sebuah jurang yang dalam diantara Yuri dan Luhan.

Tapi, tradisi mengatakan bahwa keturunan manusia murni dilarang menikah dengan keturunan serigala. Cinta mereka dianggap sebagai cinta yang tak patut.

Yuri kembali membeku untuk beberapa saat. Ditatapnya sosok Luhan yang hanya terdiam, menundukkan kepalanya disebrang. Hati gadis itu benar benar sakit kali ini. Tapi mengapa tradisi itu justru begitu menghalangi cinta mereka ? Jika ia tau ada tradisi yang mengatakan hal seperti itu, maka gadis itu bersumpah tak akan pernah mencintai sosok Luhan. Apapun yang terjadi.

Kedua mata gadis itu buram, kini air mata sudah memenuhi kedua matanya. Dan satu persatu air mata itu terjatuh, bagaikan hujan yang mengguyur langit. Gadis itu terduduk lesu ditanah sambil memasukkan wajahnya dan menutupinya dengan kedua kakinya yang ia tekuk. Dia berusaha dengan keras untuk menyembunyikan air matanya dari Luhan, tapi usahanya gagal. Gadis itu terisak dan membiarkan Luhan mengetahuinya.

Tanah kembali terguncang untuk yang kesekian kalinya dan gadis itu tak perduli lagi. Hatinya terlalu sakit untuk menerima kenyataan pahit yang tak sepatutnya ia dapatkan. Setidaknya, ia benar benar berharap seseorang menghampirinya kemudian membawanya kembali dan dia bersumpah tak akan kembali lagi.

Luhan memejamkan kedua matanya. Kedua telinganya masih mendengar isakan gadis yang ada diseberang. Kedua tangan lelaki itu mengepal tanpa ada yang menyuruh. Sedetik kemudian, tubuhnya tiba tiba berubah menjadi serigala berwaran abu abu. Matanya memerah, kaki kaki serigala itu bergerak, berjalan ke ujung batu tempatnya berdiri lalu melompat kebatu yang ada disebrangnya, tempat gadis itu terduduk.

“Aku sudah berjanji akan menjagamu, bukan ? Maka biarkan aku bisa menepati janjiku itu padamu. Sekali lagi, kumohon percayalah padaku” Serigala itu berubah menjadi sesosok manusia yang sebelumnya. Dia terduduk dihadapan gadis berambut hitam yang hanya terdiam sama sekali tak mengangkat kepalanya. “Yuri, dengar aku ak—“

“Kau harus melupakannya. Lupakan semua yang pernah terjadi diantara kita, lupakan jika kita memang pernah saling mencintai dan anggap saja ciuman itu hanyalah sebuah pertolonganmu padaku agar aku bisa pergi dari tempat ini. Luhan, ini akan semakin sulit. Setidaknya kau dan aku masih bisa berteman bukan ?” Kata Yuri seolah ia tengah menghibur dirinya sendiri.

Gadis itu mengangkat kepalanya. Memperlihatkan betapa buruk keadaannya pada lelaki itu. Lelaki yang bahkan sampai saat ini masih berada dalam hatinya. Gadis itu memang terluka, karena itulah keadaannya. Sebenarnya, ucapan yang ia lontarkan tadi itu hanyalah kebohongan belaka. Tapi jika hal itu benar benar terjadi, maka dia akan menjalankannya dengan setengah hati.

Luhan membatu beberapa saat kala memandang wajah Yuri yang terlihat begitu berantakan. Rambut hitam gadis itu kusut, kedua matanya memerah dan masih terlihat begitu jelas ada air mata yang mengalir secara diam diam disana. Justru dengan melihat keadaan gadis itu, membuatnya semakin percaya tak ada pilihan lain yang bisa ia pilih.

Lelaki itu akan tetap pada pendiriannya. Ia akan tetap melindungi gadis itu apapun yang terjadi. Meskipun itu berarti dia harus melanggar tradisi seorang manusia serigala, setidaknya dia memang harus benar benar memperjuangkan gadis itu karena dia yakin ini memang garis takdir yang sudah tertulis bahkan sebelum ia lahir.

Ia rela jika harus meninggalkan dunia serigala dan tinggal dibumi untuk selama lamanya. Lelaki itu rela jika ia nantinya tak akan menjadi raja meskipun seharusnya dia menduduki kursi berlapiskan emas itu. Bahkan mungkin Luhan akan tega membunuh seluruh orang yang berani menentang hubungannya dengan Yuri.

Karena ia, benar benar sudah mencintai gadis itu.

Ini belum akhir justru ini lah awalnya. Luhan mengenggam tangan kanan Yuri dan menatap kedua mata gadis itu lekat, sambil berkata. “Dengarkan ucapakan ini baik baik Yuri. Jika kau menyuruhku untuk melupakan semuanya, maka aku akan melakukannya. Tapi jangan harap aku akan melupakan jika aku benar benar mencintaimu”

Gadis itu terdiam membeku. Hatinya sudah tak sesakit sebelumnya. Tapi dia yakin ada sebuah petir yang menyambar dirinya sehingga membuatnya hanya terdiam menatap sosok Luhan yang kini bangkit dari duduknya. Lelaki itu mengangkat kedua tangannya sambil memejamkan kedua matanya.

“Aku Pangeran Luhan bersumpah, jika aku akan tetap mencintai gadis bernama Kwon Yuri apapun yang terjadi. Aku akan membunuh siapapun yang menghalangi jalanku untuk bersama dengannya, siapapun termasuk keluargaku. Aku akan melanggar adat serigala yang mengikatku semenjak aku lahir, dan jika aku gagal dalam menjaganya maka aku akan mem—“

“HENTIKAN !!” Teriak Yuri. Gadis itu merangkak lalu bersujud pada sosok yang ia cintai untuk menghentikan ucapannya yang berdampak begitu besar pada dirinya sendiri. “Kumohon hentikan Luhan. Jangan pernah membuat sumpah jika kau tak mampu untuk menepatinya” Kata Yuri lagi.

Luhan terduduk lemas, sambil menyentuh bahu Yuri. Gadis itu benar benar terlihat terguncang kali ini. “Aku bersumpah karena aku akan menepatinya, Yuri. Sudah ku bilang padamu jika aku tak akan bermain main !” Bentak Luhan pada Yuri. Bibir lelaki itu bergetar, sementara Yuri kini benar benar terisak karena takut.

“Jangan katakan jika kau mencintaiku Luhan. Jangan pernah mencintaiku”

“T-api kenapa ?”

Yuri kini benar benar menatap kedua mata coklat milik Luhan. Membiarkannya mencari tau apa yang lelaki itu fikirkan. Ia menghela nafasnya yang tertahan. Denyut jantungnya melemas, bibirnya terkantup rapat tak mampu mengatakan hal yang sebenarnya pada Luhan. Ia tak seharusnya mengatakan hal itu pada Luhan, karena ucapan yang tertahankan ini mampu membuat Luhan semakin menjadi jadi. “Selama kau berjanji akan tetap diam dan tak melakukan apapun, maka aku akan memberitaumu” Kata Yuri dan Luhan menganggukkan kepalanya.

Yuri menelan ludahnya gugup. Ia berharap Luhan benar benar akan menepati janjinya, sekalipun lelaki itu terkejut Luhan harus tetap diam. “Ada dua hal yang akan menjadi penentuan hidupku dimasa depan. Dipenjara atau mati” Jelas Yuri.

“Bagaimana bisa itu terjadi ? Tak akan ada orang yang melakukan hal itu padamu, Yuri” Tanya Luhan. Ia benar benar terkejut tapi masih berusaha dengan keras untuk menepati janjinya. Yuri tersenyum hambar, sangat hambar.

“Appamu”

I’m Wolf

Dan ketika ramalan itu memang benar adanya, maka hanya ada satu hal yang perlu untuk diketahui.

‘Ini belum akhir, justru inilah permulaannya’

I’m Wolf

TBC

Yuhu~

Gimana ini kabarnya ? -,-v haha maaf ya untuk part ini sungguh dan benar benar amat lama sekali li li. Dan maaf juga untuk kejelekan cerita dan semakin mbulet-,-v kemudian, semoga kalian masih sabar menunggu Part 6 dari FF ini yap.

Dan Komentar please haha 😀

Sekian dan Thankyu!!!!!!

Iklan

21 thoughts on “I’m Wolf 5D

Comment please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s