[Songfict] Breath

breath

[Songfic] Breath

|

|

Kwon Soo Hjin’s Story

|

|

|

Kwon Yuri and Byun Baekhyun

|

|

|

Terinspirasi dari lagu SM The ballad – Breath yang dinyanyikan oleh Taeyeon dan Jonghyun

|

|

|

Setidaknya biarkan aku mendengar suara nafasmu seperti ini

|

|

|

RECOMMENDATION SONG

SM THE BALLAD – BREATH [KOREAN Vers]

|

|

Tanpa sadar, tangan ini memegang telepon

Ini aku, sudah lama bukan?

Semuaini begitu berat, aku merasa bersalah jika aku terus menahanmu

Namun melepasmu hanya meninggalkan penyesalan dan nafas beratku mewakili perasaan ini

            Lelaki berambut coklat itu berjalan kearah ruang tamu. Kedua matanya mengedar, memandang ruangan megah bercat putih dengan dihiasi barang barang mewah hasil kerja kerasnya selama ini.

Meskipun begitu, ruangan megah ini tak berarti apapun baginya. Hatinya gundah. Entah mengapa dia memejamkan kedua matanya, menatap jendela dengan kacanya yang bening tanpa debu satupun yang menempel disana.

Namanya Byun Baekhyun, atau lebih sering disebut dengan Baekhyun. Dia sosok lelaki yang terlahir diKorea pada awal Mei, tepatnya pada tanggal 6. Ia adalah salah satu artis dari agency terkenal diKorea, SM Entertaiment. Seorang artis papan atas yang memiliki kehidupan sempurna, tapi sama sekali tidak untuknya. Dia telah kehilangan segalanya, termasuk gadis itu.

“Bagaimana kabarnya ?” Gumannya pelan. Dia menatap sebuah telpon rumah berwarna putih. Jari jarinya bergerak, menekan nomor nomor yang masih teringat begitu jelas dikepalanya.

Telpon itu bersuara, hingga kini ia mendengar suara seseorang dari sebrang. “Yeobboseyo?”  Suara yang tak asing baginya, bibirnya menyunging sebuah senyuman manis. Entah mengapa ia begitu bahagia bisa mendengar suara ini lagi, setidaknya setelah sekian lama. Ia tak pernah bertemu dengan gadis itu, hanya melihatnya itupun dari kejauhan.

“Yeobboseyo?” Suara itu kembali terdengar lagi. Kali ini dengan nada yang berbeda, seorang gadis itu sedang jengkel disana. Baekhyun menghela nafasnya pelan, seraya berguman sesuatu pada gadis yang ada disebrang. “Ini aku, Baekhyun. Sudah lama bukan?”

Tak ada sautan.

Hanya sebuah helaan nafas yang terdengar disana.

Meskipun begitu, Baekhyun tau gadis itu masih bediri disana. Mendengarkan suaranya. Atau justru gadis itu juga tengah merindukannya sekarang.

“Maafkan aku, Yuri”

=Breath=

Semua ini begitu mengejutkan, aku bahkan tidak bisa berbicara

Aku hanya diam dan berpegang pada hatiku yang gemetar

Apakah kau mengalami kesulitan? Kau dimana?

Air mataku jatuh bahkan sebelum aku bisa bertanya

Ini aku Baekhyun, sudah lama bukan ?”

                    Tubuh gadis itu membeku, tangan kanannya bergetar seketika. Dia benar benar ingin mendengar suara lelaki itu. Merasakan hangat pelukannya, tapi dia hanyalah seorang teman dari Baekhyun bukanlah sosok yang berarti dalam hidup lelaki itu. Tapi apakah lelaki itu benar benar Baekhyun ? Dia begitu merindukan lelaki ini, merindukan suara khas yang selalu terdengar dibalik keceriaannya, merindukan nafas hangat yang selalu dia dengar setiap pagi hari dan merindukan senyuman yang manis, tawanya yang menggetarkan jiwanya.

Apakah laki laki itu baik baik saja sekarang ? Yuri benar benar ingin tau dimana ia berada serta apa yang lelaki itu lakukan ? Entah mengapa pertanyaan itu tiba tiba saja berputar memenuhi otak gadis itu. Tangan kanannya perlahan lahan bergetar, menahan sebuah goncangan aneh yang menyeruak memenuhi perasaannya. Gadis itu menangis, bahkan sebelum dia bisa bertanya.

“Baekhyun ?” Ujarnya pelan, menahan isakan yang memaksa untuk keluar dari mulutnya. Tak ada sautan dari sana, hanya sebuah helaan nafas yang terdengar. Gadis itu menyunging sebuah senyuman dalam tangisnya.

“Kau sedang apa ? Apa kau baik baik saja ?”

Gadis itu terdiam. Tak menjawab pertanyaan yang Baekhyun lontarkan. Dalam diam, dia menjawab seluruh pertanyaan lelaki itu dalam hatinya. Dalam hatinya yang diam diam menjerit kesakitan karenanya.

Aku baik baik saja, aku akan baik baik saja. Baekhyun-ah.

“Nae—Gwenchana, kau ?” Yuri membuka mulutnya dengan gemetar, dia nampak begitu menikmati saat saat seperti ini. Kala dia merasakan sensasi aneh yang kembali merasuki hatinya, dan mendengar suara helaan nafas lelaki itu. “I’m okay, Nonna”

=Breath=

Ketika air mata ini jatuh

Semua kenangan kecil itu kembali teringat  dan aku tidak tahu apa yang harus dilakukan

Karena ini begitu menyakitkan, kita berjanji untuk membiarkan satu sama lain pergi, namun

Saat aku tidak yakin aku bisa melakukannya, setidaknya biarkan aku mendengar nafasmu

            FLASHBACK

“Baekhyun-ah ! Baekhyun-ah!” Gadis itu berteriak, suaranya yang ringan memenuhi ruangan kecil tempat beberapa namja yang sempat berlatih dance. Dia tersenyum begitu lebarnya seraya menatap lelaki pendek berambut coklat kini menatapnya dengan kedua alis kanannya yang terangkat. “Ada apa ?”

“2 bulan lagi, aku akan debut. Ini begitu membahagiakan, akhirnya aku bisa debut juga” Jelas gadis berambut hitam panjang yang kini menatap lelaki itu dengan berbinar binar. Anak laki laki itu tersenyum tipis seraya mengangguk pelan. “Apa kau bahagia ?”

Lelaki itu mengangguk.

Dia berbohong.

Tidak! Tentu saja dia tak bahagia, melihat gadis yang diam diam dicintai itu memulai karirnya, membiarkan gadis itu dekat dengan artis artis lagi bahkan dia belum tau kapan dia bisa debut seperti gadis itu dan lebih parahnya lagi, laki laki itu tak suka jika gadis itu memiliki fans namja yang mungkin berfikiran yadong tentang Yuri. Hey! Inilah yang dia khawatirkan selama ini, karena gadis itu belum sepenuhnya menjadi miliknya.

=Breath=

            “Lagu Gee dari girls band sonyeoshidae kini melecit dimana mana. Semua orang mendengarkan Gee, lelaki para gadis, anak anak atau para lansia”

Baekhyun mengerutu pelan. Baiklah, gadis itu benar benar berada diambang kesuksesannya kali ini. Dan lihat saja, bahkan teman teman namja yang ada disekolahnya kini membuka latihan dance untuk berlatih tarian Gee. Apa mereka gila ? Yah, mereka boleh saja menyukai SNSD tapi setidaknya jangan gadis itu, hanya dia yang boleh—mencintainya.

“Luhan Hyung ! Kau akan pergi kemana ?” Kata Baekhyun ketika melihat sosok lelaki berambut hitam kini tengah berjalan terburu buru seraya mengenakan jaketnya yang berwarna putih. Lelaki itu menoleh singkat lalu berkata “Aku harus bertemu seseorang”

“Apakah dia seorang yeoja ?”

“Aku pergi!” Lelaki bernama Luhan tadi segera berlari keluar rumah tanpa memperhatikan pertanyaan dari Baekhyun. Sementara itu, Baekhyun mengerutu kesal. Ia menatap kearah pintu sambil memaki maki Luhan yang bertindak aneh hari ini.

“Dia bahkan baru saja datang dari China, kemana dia akan pergi ?”

=Breath=

            “Baekhyun, dimana Luhan ?” Tanya Suho pada Baekhyun. Baekhyun yang tadinya sibuk memakan camilan bersama Chanyeol kini menolehkan kepalanya menatap Suho dengan tatapan bingung. Sedetik kemudian dia menunjuk kearah laki laki berambut hitam yang kini sibuk meminum jus diruang tamu.

“Luhan-sshi, katakan padaku apa kau kemarin sedang pergi bersama Yuri nonna ?” Baekhyun membulatkan kedua matanya. Dia menatap kedua orang yang kini nampak bercakap cakap dari kejauhan. Lelaki itu terdiam, entah mengapa dia benar benar tak bisa berfikir kali ini. Kenapa gadis itu tak pernah mengangkat telponnya, kenapa gadis itu tak ingin pergi bersama dengannya walaupun beralasan bahwa dia sedang sibuk. Dan sekarang jawabannya kini ada disana, karena sahabatnya lah ia bahkan kehilangan gadis itu.

Baekhyun tersadar dari lamunannya. Dia kembali menatap kearah ruang tamu dan entah mengapa ada dua orang gadis berdiri disana bersama dengan Luhan dan Suho. Mereka adalah Yuri dan juga Jessica Nonna. Baekhyun masih terpaku ketika menatap sosok Yuri yang kini memeluk Luhan dan terisak.

“Apa yang terjadi ? Apa yang Soo man Adjussi katakan padamu ?” Bisik Luhan pelan, meskipun begitu masih terdengar dalam telinga Baekhyun.

“Agency akan tidak membenarkan skandal ini, dan dia berkata jika kau harus menjauhi Yuri. Jadi ini terserah kepadamu, Luhan Yuri. Kami akan mendukung keputusan yang akan kalian ambil, sekalipun kau akan meneruskan hubungan ini, kumohon jangan pernah biarkan publik atau pihak SM Entertaiment mengetahuinya, kami akan menjaga rahasia kalian. Jadi fikirkanlah keputusan kalian berdua” Kata Jessica. Dia menatap sahabatnya dengan perasaan iba, meskipun begitu dia tersenyum manis untuk membuat hati Yuri dan Luhan tetap tenang.

“Kami mohon, berjanjilah tak akan membocorkannya”

=Breath=

            “Kau ! Kenapa kau memberitau Sooman Adjussi tentang hubunganku dengan Luhan huh ? Apa yang kau inginkan dari ku Baekhyun-ah, Apa ?” Gadis itu berteriak, tubuhnya bergetar menahan tangisan yang memaksa untuk keluar, sedangkan lelaki itu dia hanya terdiam, terpaku dengan ucapan gadis itu.

“Kau tak mengerti perasaanku, kau fikir selama ini aku hanya bermain main ?”

“Kau lihat sekarang, aku bahkan tak diperbolehkan untuk bersamanya. Aku terluka dan kau tak mengetahuinya ? Ku fikir selama ini kau adalah sahabatku, tapi—“

“Masih banyak lelaki lain didunia ini, Nonna” Lelaki itu membuka mulutnya kali ini. Ditatapnya Yuri dengan sebuah tatapan nanar. Sementara Yuri terlihat menatapnya dengan tatapan tak percaya. Gadis itu, bahkan tak benar benar mengerti jika mereka sama sama terluka, jauh dilubuk hati mereka masing masing.

“Tapi tak ada lelaki lain yang bisa kucintai. Jauhi aku Baekhyun, bukan hanya untuk sekarang, untuk nanti, untuk esok dan esoknya lagi. Aku benar benar membencimu kali ini”

FLASHBACK END

=Breath=

Ketika ini terasa begitu berat dan aku tidak bisa menerimanya

Setidaknya biarkan aku mendengar suara nafasmu seperti ini

                      “Syukurlah jika kau baik baik saja, sudah lama kita tak saling berbicara. Aku senang sekali bisa mendengar suaramu seperti ini” Suara dari sebrang membuat hati lelaki itu kembali bergetar. Tubuhnya terdiam membatu, sibuk merekam setiap kalimat yang sudah lama sekali tak dia dengar. Suara gadis itu yang lembut dan terdengar teduh ditelinganya.

Dia belum move on. Setidaknya itulah yang kini benar benar dia rasakan saat ini. Ketika memandangi gadis itu dari kejauhan, saat mendengarkan suaranya, saat memandanginya yang diam diam tersenyum melihat sosok Luhan. Dia tau betul jika dia benar benar melakukan kesalahan besar saat itu, tapi perasaan cintanya pada Yuri mampu membuatnya melakukan hal itu. Dia dibuat buta oleh cintanya.

“Ne, aku juga senang bisa mendengar suaramu” Baekhyun kembali mengucapkan sebuah kalimat pada sosok yang ada disebrang.

Hening, tak ada apapun yang bisa ditangkap sosok Baekhyun.

“Mianne, Baekhyun-ah. Aku harus menutup telponmu, Annyeonghasseo” Telpon itu terputus dan terganti dengan suara dengung dditelinganya. Baekhyun tersenyum, bahkan sebelum dia mengucapkan selamat tinggal gadis itulah yang sudah mengakhirinya.

Tapi, sebelum semua ini benar benar berakhir. Ada satu hal yang ingin dia lakukan, hingga nafasnya terhenti.

Biarkan dia mendengar suara nafas gadis itu, selamanya.

=Breath=

Tanpa sadar, tangan ini memegang telepon

Ini aku , sudah lama bukan?

Semua ini begitu berat, aku merasa bersalah jika aku terus menahanmu

Namun melepasmu hanya meninggalkan penyesalan dan nafas beratku mewakili perasaan ini

Semua ini begitu mengejutkan, aku bahkan tidak bisa berbicara

Aku hanya diam dan berpegang pada hatiku yang gemetar

Apakah kau mengalami kesulitan? Kau dimana?

Air mataku jatuh bahkan sebelum aku bisa bertanya

dan hanya dengan mendengar suara napasmu

Ketika air mata ini jatuh

Semua kenangan kecil itu kembali teringat  dan aku tidak tahu apa yang harus dilakukan

Karena ini begitu menyakitkan, kita berjanji untuk membiarkan satu sama lain pergi, namun

Saat aku tidak yakin aku bisa melakukannya, setidaknya biarkan aku mendengar nafasmu

Bernapas dan membuka mata setiap hari

Aku nyaris tidak bisa melaluinya setiap hari

Hal seperti ini jauh lebih sulit daripada mati

Aku rasa aku tidak bisa memberitahumu

Aku selalu merasa khawatir

Seperti orang bodoh aku hanya bisa menghela nafas

Ketika air mata ini jatuh

Kenangan kecil itu teringat kembali dan aku tidak tahu apa yang harus dilakukan

Karena ini begitu menyakitkan, kita berjanji untuk membiarkan satu sama lain pergi, namun

Saat aku tidak yakin aku bisa melakukannya, setidaknya biarkan aku mendengar nafasmu

Ada banyak yang ingin kukatakan, tapi aku tidak bisa mengatakannya

Kita berkata bahwa kita baik – baik saja, saling menghibur satu sama lain dalam sakit]

Ketika aku melihat kembali masa lalu, kita begitu bahagia, seharusnya kita tidak berpisah

Ketika air mata ini jatuh

Kenangan kecil itu kembali teringat dan aku tidak tahu apa yang harus dilakukan

Karena ini begitu menyakitkan, kita berjanji untuk membiarkan satu sama lain pergi, namun

Ketika aku terus memikirkan dirimu

Ketika ini terasa begitu berat dan aku tidak bisa menerimanya

Setidaknya biarkan aku mendengar suara nafasmu seperti ini

=Breath=

END

Hello, gimana ? Suka engga ? Aku kembali pada jati Ffku, -_- LOL, Sad hahha. Engga Yulhan sih tapi semoga ini bisa menghibur kalian yang merindukan ff Yul-unnie:D

Ok, jangan lupa komentar dan Khamsahamidha!~^^

Iklan

10 thoughts on “[Songfict] Breath

  1. Ommo~ real life ? Ini tuh sbnr’x gak trllu bkin prasaan buruk. Eh, gak tau dehh .. Inti’x kaka sbnr’x suka ttg “hubungan” HanYul. Yaa~ biarpun ujung”x ky’ nyelekit gitu gegara Baekkie .. Bt, kaka gak bisa nyalahin bias kaka yg laen stlh Luhan. Sprti dgn prasaan “knpa dy jahat gitu?” krna trnyata, itu wajar. Dy mencintai Yuri, & appun yg dy lakukan hnya krna dy gak pngen liat Yuri dgn org lain slain dy. Bt ttep aja, ujung”x malah gak sama siapa siapa Yuri’x. Hha~ #ketawapaksa
    Bgus’x sih ada sequel’x, Dan. Biar ending’x tuh jelas. HanYul atau BaekYul. Kaka mah stuju ajah sih BaekYul jg. Bt ttep msh lbh suka HanYul -alwayspollepel- xD #HanYulshipperkumat
    Okkeh~ msh ada lg ff yg lain. Saat’x melanjut .. Hwaiting !!

    • Hallo kak:)
      ok aku sudah membaca seluruh komentarmu dan aku hanya bisa menjawab, Gumawo karena eonni sudah menjadi reader yang setia menungguku-,-v
      sebenernya sih, aku lebih suka yang ini dari pada yang addiction. dan yang addiction setelah aku baca bca lagi ternyata engga nyambung. makanya aku hapus dan aku perbaiki lagi-,-.
      Ok kalo masalah sequel aku masih belum tau deh unn. ntar kalo sempet aku buatin deh. dan masalah couple aku mau Yulhan aja /Slap/ dibunuh Baekhyun/

      Ok, silahkan membaca unnie. Gumawo~^^

  2. duh aku tub pengen deh bikin ff sad tapi gak pernah bisa, gagal mulu kata-kata kiasan ama diksinya kurang aja kalo aku bikin ff sad;((
    tips bikin ff sad bisakah? wkwk
    aku suka penggunaan katanya soalnya, cocok buat genre kyk gini. Emm btw sequel bolehkah? wkwk abisnya real life aku suka bgt ff real life kkkk~

  3. Alamak, nyesek kek gini..
    Baekki aku mengerti perasaanmu, tapi yulhan saling mencintai juga.
    Lah ini ending yuri ama siapa? Baekyul or yulhan ?
    Ditunggu kelanjutannya 🙂

Comment please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s