[Drabble] 사랑 바람

kwon-soo-hjin_ec82aceb9e91-ebb094eb9e8c_giraffelabilart

사랑 바람

|

|

|

Kwon Soo Hjin’s Present

|

|

|

‘..seperti angin, cintaku ini berlalu begitu cepat..’

|

|

|

Im YoonA | Xi Luhan | Kwon Yuri

|

|

Cover by. AminAulia

|

            Saat angin dipenghujung musim gugur berhembus lembut. Menumbuhkan setitik perasaan damai. Menghangatkan jiwa.

Dan dipenghujung musim gugur ini, saat rintik rintik hujan membasahi tubuh. Aku mendapatimu berjalan disampingku. Kilatan mata yang teduh itu menghipnotisku. Hingga aku sendiri tak menyadari jika kau telah berlalu, tanpa seucap kata ataupun seulas senyuman.

Seperti angin, kau berlalu begitu cepat. Seperti angin, cintaku berlalu begitu cepat.

|

|

|

            Rintik rintik hujan, membasahi kota Seoul pagi ini. Membasahi dedaunan yang sudah merubah warna mereka menjadi kuning, orange dan bahkan merah. Mewarnai jalanan dengan sesuatu yang nampak berwarna warni.

Yoona menghela nafasnya. Ia menatap jendela Apartementnya sambil mengenggam dua gelas cangkir berisikan kopi panas. Memang saat hujan seperti ini, akan lebih nikmat jika dihabiskan dengan meminum kopi dan membaca novel bergerne Mellow romance—karena itu mampu membuat seseorang menjadi menangis—tentunya, sambil mendengarkan sentuhan lagu mellow favoritnya. Itu akan menjadi hari yang sempurna!

Gadis itu duduk disofa berwarna putih bersih dan menyodorkan secangkir kopi kepada sesosok lelaki yang duduk dihadapannya. Lelaki itu tersenyum lembut kemudian meraih cangkir itu dan menyeruputnya perlahan.

“Bagaimana bisa kau kehujanan seperti ini?” Tanya Yoona, membuka obrolan. Lelaki dihadapannya itu meletakkan cangkir kopi diatas meja sambil memandangnya dengan wajah kesal.

Dia adalah Luhan. Sahabat kecil Yoona dan sosok cinta pertama gadis itu. Lelaki berdarah China yang menghabiskan waktunya diKorea. Kesukaannya? Musim Gugur, Kopi, Piano dan Komik. Sekarang, ia bekerja diperusahaan Appanya. Dia adalah pewaris Tunggal dari SM Grup—perusahaan paling terkenal diKorea. Dan ini yang paling penting, Ia benar benar benci dengan hujan.

“Aku benci hujan. Aku benci kehujanan dan Aku benar benar benci kedinginan karena hujan” Sahut Luhan. “Aku benar benar senang kau punya kopi diApartementmu. Ah, ini adalah hari yang buruk. Bagaimana bisa hujan datang sepagi ini?”

“Astaga. Kau yang membuat hari ini buruk. Ini hari yang indah, bodoh” Sahut Yoona. Ia melirik Luhan yang nampak berdecak sebal. Yoona tersenyum lembut. “Jadi?” “Kau kesini hanya untuk berteduh?”

Aniya, bukan begitu. Aku memang ingin datang menemuimu”

Waeyo?” Tanya Yoona. Ia memandang Luhan dengan wajahnya yang datar—setidaknya itu hanya berpura-pura. Luhan terkekeh pelan, lalu mengacak acak rambut Yoona.

“Rahasia”

|

|

            “Yoong!” Gadis berambut coklat itu menoleh. Memandang sesosok gadis yang kini melambaikan tangannya dan mulai berlarian kecil kearahnya. Gadis itu tersenyum lembut sambil menepuk bahu Yoona perlahan.

“Kau terlihat bersemangat sekali” Sahut Yoona saat memandang sahabatnya yang terlihat lebih ceria dibandingkan dengan biasanya. Gadis berambut hitam itu terkikik pelan, lalu berbisik pada Yoona, “Aku sudah memiliki namjachingu

Gadis berambut hitam pekat dan sedikit bergelombang itu bernama Yuri. Gadis manis yang menjadi sahabat Yoona sejak mereka masih diSMU. Mereka begitu dekat hingga sekarang ini. Walaupun mereka berbeda jurusan, tapi Yuri sering sekali datang kekelas Yoona guna untuk mengajaknya kekantin. Atau mungkin mereka akan bolos mata kuliah dan pergi berjalan jalan.

Jinja?” Tanya Yoona tak percaya. Yuri menganggukkan kepalanya mencoba meyakinkan sahabatnya ini. “Nugu?” Ujar Yoona lagi, untuk kali ini Yuri tersenyum senang sambil berjalan meninggalkan Yoona yang menatapnya dengan kesal. “Ya! Nugu?”

“Aku akan memberitaumu jika kau nanti datang kecafe. Kau mau tidak?” Tanya Yuri. Ia menoleh memandang Yoona yang nampak berdecak sebal. Yoona memandang Yuri sambil mencibirnya pelan kemudian mengangguk singkat.

“Kenapa tidak memberitauku sekarang saja?” Oceh Yoona—ia benar benar malas datang ke cafe nanti—hey! Dia ingin membaca buku. Kemarin Luhan sudah membatalkan niatnya untuk membaca novel dan sekarang—untuk kedua kalinya—Yuri membatalkan niatnya. Benar benar menyebalkan.

“Aku ingin langsung mengenalkannya padamu, kau tak mau?” Tanya Yuri. Yoona kembali mencibir kemudian menghela nafasnya—pasrah.

Ah, Apa-apaan ini, kau sudah memiliki namjachingu sementara aku belum” Gerutu Yoona pelan, kemudian mempercepat langkahnya meninggalkan Yuri yang terkikik pelan mendengar ocehan yang Yoona lontarkan.

“Aku sudah mengatakan padamu bukan? Carilah setidaknya seorang namja” Oceh Yuri, ia mulai menyamakan langkahnya dengan Yoona. Sementara itu Yoona menoleh dan dan mencibir singkat. “Shireo

“Dan jika begitu, jangan salahkan aku jika kau tak memiliki namjachingu

|

|

“Yeobbsseo, Luhan?”

“Kau ada acara sore ini, Yoon?”

“Er—aku harus pergi dengan temanku. Wae?”

“Oh, sejujurnya aku ingin mentraktirmu makan. Tapi kau sudah ada janji. Ah, ya sudahlah. Lain kali saja”

“Hm, Mian”

“Gwenchana, Bye”

“Ooh, bye”

|

|

Di luar gerimis.

Bel diujung pintu cafe itu berbunyi. Menampakkan sesosok gadis berambut coklat dengan kaos putih dan jeans warna navy memasuki ruangan. Kepalanya menoleh, mencari gadis berambut hitam yang sudah berkali kali menelponnya untuk datang.

Iris coklatnya berhenti bergerak saat ia mendapati gadis yang ia cari sedang duduk bersama dengan sesosok lelaki yang kini duduk membelakanginya. Gadis itu tersenyum saat melihatnya.

“Kau lama sekali Yoon” Gerutu Yuri saat Yoona berada dihadapannya dan tersenyum lembut pada Yuri. “Oh ya, suprise!” Ujar Yuri sambil menunjuk sesuatu dibelakang Yoona. Gadis itu sontak berbalik dan melihat lelaki berambut coklat yang selalu berkunjung diapartementnya itu berdiri disana—sambil menyunging seulas senyum dan melambaikan tangannya. Tak lupa juga kata ‘hai’ yang terucap.

“Kau sudah mengenalnya bukan?” Tanya Yuri senang. Gadis itu tersenyum, membuat kedua bola mata coklatnya menghilang. Memberi seseorang sebuah penampakan yang begitu manis.

Yoona membeku. Tak dapat berucap. Lelaki itu ada dihadapannya. Lelaki yang selalu ia banggakan. Lelaki yang diam diam menimbulkan sejuta semangat dalam hatinya. Lelaki yang membuat ia menunggu, menunggu cinta dari lelaki itu—mengabaikan sosok yang lebih mencintainya, sosok yang mungkin bisa membuatnya lebih bahagia.

Luhan. Laki laki itu, bukanlah hanya berstatus sebagai sahabat kecilnya. Bukan hanya sosok yang ia anggap sebagai kakak. Tapi sosok yang ia fikirkan untuk menjadi sosok yang pertama dan satu satunya dalam hidupnya. Sosok yang mungkin saja Tuhan kirimkan untuknya.

Tapi, Yoona salah.

Nyatanya bukan dia. Bukan dia yang akan tau air matanya yang nanti akan mengalir. Bukan dia yang akan menghapus air matanya. Bukan dia yang akan memnghiasi harinya dengan tawa. Bukan lelaki itu. Bukan Luhan.

“E—eh tentu saja, aku sudah lama mengenalnya” Ujar Yoona. Ia memamerkan seulas senyuman tipis pada Luhan dan Yuri yang kini terdiam memandangnya dengan bingung. “Kenapa kalian tidak pernah berkata padaku? Gara gara kalian aku melewatkan kencanku” Ujar Yoona lagi—asal. Ia memandang Luhan dan Yuri secara bergantian dan menampakkan wajah kesalnya.

Luhan dan Yuri saling berpandangan. Tak percaya dengan apa yang Yoona katakan. Kencan? Sejak kapan Yoona mau datang kencan? Yah walaupun itu hanya sebuah alibi bagi Yoona. “Mwo?”

“Tentu saja. Bagaimana bisa aku tidak berkencan jika kedua sahabatku justru sudah memiliki kekasih?” Kata Yoona. Ia tersenyum lembut, kemudian memainkan handphonenya dan bangkit dari duduk. Membuat Luhan dan Yuri memandangnya dengan bingung dan aneh.

“Kau mau kemana?” Tanya Yuri.

“Aku sudah berkata jika akan berkencan bukan?”

“Dengan siapa?” Kali ini Luhan yang membuka mulutnya.

“Rahasia. Aku akan mengatakannya jika kami sudah resmi menjadi sepasang kekasih” Ujar Yoona kemudian berjalan meninggalkan Yuri dan Luhan yang memandangnya dengan alis yang berkerut. Luhan mencibir sementara Yuri mengerutu. Dan Yoona, semakin mempercepat langkahnya. Menerobos hujan yang Luhan benci. Menerobos perasaan luka yang sedari tadi ia simpan.

Jika seperti ini, dia tak mampu berbuat apapun. Bagaimanapun juga, Yuri adalah sahabatnya. Dan Luhan memang hanya ditakdirkan untuk menjadi sahabatnya. Tak dapat berubah dan akan seterusnya begitu.

Dan apapun yang harus ia lakukan. Hanya ada satu jalan, satu jalan yang mungkin akan lebih menyakitkan dari semua ini. Satu jalan yang mungkin lebih dingin dari hujan ini. Dan jalan itu adalah melupakan. “Biarkan aku mengatakannya sekali saja—“

“Aku mencintaimu, Luhan”

‘..kau singgah begitu lama dan pergi terlalu cepat..’

‘anginlah yang akan membawamu pergi..’

|

|

END

Hayyyy!!!!!!!!

AKU COMBEK HAHAH, SUDAH LAMA DARI SETELAH SEKIAN LAMA. HAHA. INI KALA LONG TIME AGO BANGET{} PADA KANGEN AKU ENGGA YA? #NO. OKE, AKU KEMBALI DENGAN FF YOONA DAN DENGAN PAIRING FAVORITE FOREVER YULHAN YO!

OKE OKE, DIMOHON REVIEWNYA DAN MAAF JIKA INI HANCUR DAN MUNGKIN SINGKAT BANGET HEHE.

YANG SINGKAT GAMPANG BIKIN KANGEN SOALNYA.

BAIKLAH, SEKIAN DAN TERIMAKASI{} ARIGATOU{} DAN MAAF JIKA Capslock JEBOOOOLLLLL!!!!

BYE

Iklan

7 thoughts on “[Drabble] 사랑 바람

  1. Ommo~ annyeong Dani-chan ^^ welcomeback for you!! Hahha~ #sokinggrish
    Dani-chan, makasih krna akhirnya muncul lg dgn kisah simple YulHan.
    Bt yg prtama ini rada ngenes. Kasian kembarannya kaka Yuri. Tragis amat yahh nasibnya. Bt ntar dia bisa aja ktmu sama yg laen. Si ‘cadel’ misalnya?? Ehehe..

    YulHan itu kalo dipikir2 cuma jd cameo doang yaa?? Mereka cuma penghibur & bkin speechless Yoona aja. Bt beruntungnya couplenya emng mreka 😊

    Yaudah, mau lanjut yahh~

  2. baru kali ini baca dari sudut pandang selain yuri..
    kasihan yoona..
    tapi mau gimana aku suka yulhan..hehe
    mian yoong

Comment please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s