[Drabble] Be Mine

7

Be Mine

|

|

|

Kwon Soo Hjin’s Story

|

|

Kwon Yuri and Xi Luhan

|

|

|

Untuk seseorang.

            Karena ini akan terasa begitu singkat dan ganjil. Tetapi, setidaknya izinkan aku mengenang kisah yang sempat terjadi diantara kita berdua, detik demi detik, menit demi menit dan perasaan aneh yang muncul tatkala aku memandangmu, tersenyum padaku.

            Dan meskipun aku tau kau tak membacanya,

Terimakasih. Karena sudah membuat kisah manis didalam hidupku. Dan terimakasih karena kau sudah melukis sebuah perasaan permanen dalam hatiku.

‘Aku masih jatuh cinta kepadamu’

|

|

Karena kau telah membuatku jatuh cinta, maka jangan pernah biarkan aku merasa terluka.

|

|

|

            Gadis manis berambut hitam dengan panjang sepundak itu melangkahkan kakinya menuju kedalam kelas dengan hati kesal. Dia datang sepagi ini dan sudah mendengar sesuatu yang benar benar tak nyaman untuk diperbincangkan. “Bodoh” Umpatnya pelan. Ia masih berjalan menuju kelas matematika yang terletak disamping ruang Bahasa.

“Apa kau bersungguh sungguh ? Kau pernah menjadi kekasih Luhan ?” Pertanyaan yang menyapa dirinya pagi ini benar benar membuat tubuhnya perlahan lahan mulai memanas. Ia terdiam sejenak kemudian kembali mengacuhkan segerombol gadis yang kini tertawa, seolah mengejek.

Hey! Memang salah, jika dia pernah menjadi kekasih Luhan ? Apakah hal itu benar benar terlihat begitu hina bagi mereka atau mungkin mereka merasa iri karena justru gadis biasa seperti Yuri mampu mendapatkan sosok Luhan, seorang pemain basket terkenal disekolah. Lagipula, memangnya gadis itu mau menjadi kekasih lelaki playboy seperti Luhan ? Tentu saja tidak.

Yuri terduduk lemas diatas bangku yang terbuat dari kayu jati. Dia menatap sekeliling, hingga sesosok gadis berambut panjang menghampirinya dengan wajah yang cemas.

“Kau…”

“Tentu saja tidak. Aku tidak mungkin menyukainya, Yoon” Kata Yuri cepat, ia benar benar mengerti apa yang akan diucapkan oleh Yoona, Karena semua orangpun bertanya seperti itu. “Ini benar benar palsu” Yuri menghela nafasnya panjang.

“Bagaimana bisa, gosip murahan seperti ini tersebar ? Benar benar menganggu, tadi tiba tiba saja seseorang bertanya padaku tentang hal ini” Ujar Yoona. Ia mengendus kesal kemudian menatap sosok Yuri yang justru kini terlihat benar benar gila.

“Molla. Tunggu tunggu tunggu, dimana Luhan ?”

“Astaga, kenapa kau malah mencarinya ?” Teriak Yoona, Frustasi. Yuri terlihat terdiam sejenak kemudian kembali mengedarkan pandangannya, mencari sesosok namja bertubuh cukup tinggi, tampan dan kurus. Yuri tau benar, jika lelaki itu sudah datang dia akan meletakkan tasnya kemudian berbaring dilantai, tertidur sambil mengenggam handphone.

Gadis itu masih mengedarkan pandangannya, tak menanggapi ucapan yang Yoona lontarkan. Tapi beberapa detik kemudian, pintu kaca itu terbuka dan menampakkan sesosok namja dengan jaket berwarna hitam masuk kedalam kelas. Raut wajahnya terlihat biasa saja dan bahkan seolah tak ada hal apapun yang mengejutkannya pagi ini. Tak seperti sosok Yuri yang benar benar terlihat terkejut dan shok mendengar berita buruk dari teman teman yang bahkan tak pernah dia kenal sebelumnya itu, atau mungkin Yuri yang terlalu berlebihan menanggapi kasus ini ?

Yuri tak akan mengajak lelaki itu berbicara. Seumur hidupnya, dia tak pernah dekat dengan sosok Luhan. Tapi mengapa gosip itu beredar bergitu riangnya ?

“Aku benar benar bisa gila” Gerutu Yuri pelan.

|

“Yuri-ssi. Kau dan Luhan apakah itu benar ?”

Satu.

“Kau dan Luhan tak pernah dekat sebelumnya, apa kalian benar benar pernah berpacaran ?”

Dua.

“Ehem. Luhan, kekasihmu datang ! Haha”

Dua belas.

“Yuri-ssi, dimana Luhan ?”

Dua puluh dua.

Cukup.

Hari ini benar benar hari yang membosankan, tak menarik dan membuat gadis itu ingin tertidur untuk selama lamanya. Setidaknya, ia tak mendengar semacam pertanyaan yang terdengar seolah seseorang sedang menghinanya. Gadis itu bodoh kerena tak mampu membalas ucapan mereka dan hanya terdiam membisu sambil mengumpat kesal dalam hati. Tetapi bagi gadis itu, Luhan jauh lebih bodoh. Bagaimana bisa, ia hanya tersenyum sambil memandangnya bahkan ketika teman temannya sendiri mengejeknya ?

“Menurutku, gosip ini beredar dari teman teman Luhan”

Yuri hanya terdiam seraya menganggukkan kepalanya tak berselera. Entah mengapa sebuah pemikiran bodoh kini benar benar terlukis diotaknya. ‘Apa mungkin, jika Luhan benar benar menyukaiku ?’Ah, tentu saja tidak. Gadis itu tak boleh berfikiran tentang namja lain jika dia sudah memiliki seseorang yang hampir memiliki hatinya, setidaknya untuk saat ini.

“Apa mungkin Luhan benar benar menyukaimu ?”

Yuri mendelik. Dia menatap Yoona dengan sebuah laser berwarna merah dari matanya. Gadis itu terdiam sejenak kemudian menghela nafasnya pelan. “Apa iya ?”

|

            “Pukul saja kepalanya jika dia berbuat sesuatu padamu, Yuri-ah” Gadis itu terdiam. Ia memandang sosok lelaki berambut coklat berantakan yang kini berdiri dihadapannya dengan tatapan aneh, bingung dan pandangan ‘kau? Gila?’

“Aish, Apa yang kau bicarakan Luhan-ssi?  Tidak mungkin Yuri akan memukul kepalaku, lagipula untuk apa kau menyuruhnya seperti itu eoh-?”

Luhan menatap Kai dengan tatapan tajam, namun dia masih tetap memaksakan dirinya sendiri untuk bersikap biasa saja. “Aish, lupakan” Ujar Luhan sewot. Ia berjalan dengan hati yang kesal meninggalkan Kai dan Yuri yang menatapnya aneh dan juga bingung.

“Sudahlah, dia hanya cemburu karena kau duduk disampingku. Acuhkan saja”

“Luhan cemburu ? Oh-God benarkah ini?”

|

“Aku rasa aku menyukainya” Gadis itu tersenyum memandang sesosok yeoja yang kini ada dihapadannya. Sooyoung membulatkan kedua matanya tak percaya dengan kata kata yang keluar dari mulut sahabatnya itu. “Kau serius? Kukira kau masih menyukai Sehun” Ujar Yoona. Ia memandang Yuri yang kali ini menghela nafasnya perlahan, nampak memikirkan tentang ucapan yang ia lontarkan.

“Sebelumnya aku juga berfikir seperti itu. Tapi aku merasa jika aku menyukai Luhan” Jawab Yuri. Ia tersenyum lembut seolah tengah meyakinkan dirinya sendiri jika ia menyukai Luhan. Dan ia tau jawabannya sudah jelas—ia memang menyukai lelaki itu.

“Mwoya, Jessica akan menyatakan cintanya pada Luhan” Ujar Sooyoung, diikuti dengan anggukan kepala dari Yoona. Yuri memandang mereka tak percaya, gadis itu menelan ludahnya sendiri kemudian mengacak acak rambutnya kesal.

“Aish! Lalu aku harus bagaimana?” Tanya Yuri lemas. Ia memandang kedua sahabatnya itu dengan tatapan memohon untuk membantunya mencari jalan keluar. Sementara itu, Yoona dan Sooyoung saling bertatapan, beberapa detik kemudian mereka berdua terrsenyum dan berkata,

“Aku punya ide”

|

            Gadis itu sudah berkali kali menarik nafas dan menghembuskannya. Namun rasa takut ini tak kunjung menghilang dari benaknya. Kedua iris coklatnya terangkat menatap sesosok lelaki bermata coklat tajam dan meneduhkan ini menatapnya dengan intens. Senyuman dingin yang selalu ia berikan nyatanya tak sedingin dari kelihatannya. Dan perubahan itulah yang membuat Yuri benar benar tak mampu mengatakan apapun dihadapan Luhan.

“Jadi, apa yang ingin kau katakan?” Tanya Luhan. Ia masih menatap Yuri dengan tatapan yang sama. Dan hal ini benar benar membuat Yuri semakin tak mampu mengatakan apa yang seharusnya ia katakan. Gadis itu benar benar tak bisa mengatakannya. Ini benar benar ide yang cukup gila! Ah seharusnya ia tak perlu mendengarkan perkataan temannya.

Beberapa menit yang lalu, Yoona dan Sooyoung mengusulkan Yuri jika dia harus menyatakan cintanya pada Luhan jika dia tak ingin Jessica nantinya yang akan bersama dengan Luhan dan Yuri menjadi patah hati. Tapi dengan bodohnya Yuri hanya menyetujuinya tanpa memikirkan ha hal seperti ini. Aish dia benar benar ceroboh!

“Be mine, Luhan-sshi” Ujar Yuri pelan. Ia melirik Luhan yang kini menatapnya dengan alis kanannya yang terangkat. Luhan memandang gadis dihadapannya ini dengan bingung,

“Mwo?”

“Aku—em—mencintaimu, Luhan. Please be mine” Ujar Yuri untuk yang kedua kalinya. Ia memandang Luhan sebentar kemudian tersenyum lembut kepada lelaki itu. Tubuh Yuri menegang, Jangtungnya berdegup lebih cepat dari biasanya. Dan bagian yang paling ia benci ketika Luhan tak kunjung memberikannya sebuah jawaban dan membuat Yuri ingin segera pergi sekarang.

“Baiklah”

“Mwo?”

“Aku juga mencintaimu, Yul” Astaga! Yuri benar benar sedang tak bermimpi. Ini kenyataan! Laki laki itu miliknya sekarang.

|

|

END

Hall0ooooo

Maaf banget ya kali drabble nya yang ini singkat padat tapi engga jelas hehe. Tapi yah semoga seneng ya.

Jangan lupa komentarnya ya{}

Thankyuuu

Iklan

14 thoughts on “[Drabble] Be Mine

  1. Huhu~ kisah penutupnya gak kalah sweet!! Ciyee~ Yurinya jd demen sama Luhan gegara rumor itu yaa?? Ato emng dr awal dia udh suka sama Luhan? Tapi, Luhan jg kayaknya emng suka sama Yuri. Keliatan jealousnya pas adegan KaiYul. Gak mgkn dia jd ‘aneh’ krna Kai, kan? Ntar slhfokus~ hihi. Psti dia aneh gegara gak suka Yurinya deket2 namja laen ^^

    Terakhir, semangat selalu buat kmu yaa Dan.. smoga ttep bisa brsinar sama karya2 yg senantiasa ditunggu kayak gini~ smoga para penyakit dlm menulis menjauh dr kmu. Hwaitingg!! 😉

  2. haha luhan kok lgsung nrima yah/? Ah, mgkin ia sudah suka lbh dulu ma yuri… Authornim melted ny cpet d post dong hehehe:D

  3. huuuaaaa,, YulNie knpa nembak lulu duluan?? Haiss, kau menjatuhkan martabat seorang wanita #plak
    Bagus thor, dr awal baca buat aku penasaran.. 😀

Comment please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s