[Drabble] Stranger

stranger

Stranger

|

|

Kwon Soo Hjin’s Present

|

|

Kwon Yuri and Xi Luhan

|

|

|

‘..just beautiful stranger..’

|

|

Poster by Poster Channel

|

            Suara dentuman musik lembut mengiringi orang orang yang kini tengah berdansa disebuah gedung mewah tempat berlangsungnya sebuah pesta perayaan. Gadis gadis yang menggunakan gaun panjang dan berwarna warni. Para lelaki yang menggunakan jas hitam dan mungkin ada beberapa gadis yang dengan cueknya menggunakan gaun pendek. Keadaan ini benar benar seperti didunia dongeng.

Lelaki itu menghempaskan tubuhnya disalah satu kursi yang tersedia disana. Kepalanya mendadak menjadi sedikit pusing mendengar ocehan para gadis yang kini duduk mengitarinya. Gadis gadis itu hanyalah gadis yang terpikat dengan pesonanya, setidaknya itulah yang lelaki itu fikirkan. Tapi bagi para gadis itu, lelaki yang mereka itari ini adalah pewaris perusahaan besar dan putra orang yang paling kaya diKorea, Namanya Xi Luhan.

Luhan selama ini tinggal diNew York dan baru beberapa minggu ini dia pindah keKorea untuk menemani Ummanya karena Appanya benar benar sibuk. Dan setelah Appanya sudah kembali, beliau mengadakan sebuah pesta meriah untuk menyambut kedatangan putra semata wayangnya.

“Luhan ssi, apakah kau sudah memiliki kekasih ?” Tanya salah seorang dari gadis itu. Luhan menghela nafasnya perlahan kemudian memasang seutas senyuman kepada mereka. “Belum” Jawabnya singkat.

Luhan memutar bola matanya malas. Dia benar benar benci keadaan seperti ini. Jujur saja, dia sudah terbiasa jika banyak gadis yang akan mengelilinginya seperti ini, tapi entah mengapa kali ini dia merasa benar benar kurang nyaman. Entah karena dia sedang badmood karena diantara semua gadis yang datang tak ada seorang gadispun yang mampu benar benar menarik hatinya.

Luhan lelah dan mau tak mau ia harus melakukan hal ini, menemani para gadis yang bahkan tak pernah ia kenal sebelumnya. They are stranger.

“Yoong! Apa yang sedang kau lakukan disini ?” Luhan menolehkan kepalanya, menatap sesosok gadis berambut hitam panjang dengan model rambut bag. Kini nampak tengah berbicara pada gadis berambut coklat panjang bergelombang yang berdiri disamping Luhan.

Gadis berambut hitam itu memiliki kulit sawo matang. Kedua matanya bulat dan indah dimata Luhan, dan untuk pertama kalinya dia adalah gadis yang membuat Luhan tertarik padanya. Lelaki ini terlihat begitu terpana dengan kecantikan yang gadis itu pancarkan.

“Yuri Unnie, aku disini dulu. Nanti aku akan menyusulmu”

Jadi namanya Yuri, nama yang terdengar indah bagi Luhan.

Luhan tersenyum kemudian bangkit dari duduknya. Ia menatap sosok Yuri yang menatapnya bingung sekaligus aneh, setelah itu Luhan mengulurkan tangannya pada gadis itu.

“Aku Luhan,er—maukah kau berdansa denganku ?”

|

            Yuri memijat kepalanya pelan. Kepalanya mendadak pusing karena mendengar omelan panjang lebar yang Yoona berikan kepadanya. Entahlah, dia menerima ajakan lelaki bernama Luhan itu untuk berdansa dengannya tadi malam, dan ia bahkan tak pernah tau jika Luhan adalah putra Suho adjussi. Dia saja bingung mengapa tiba tiba saja ia mau menerima ajakan orang yang bahkan baru pertama kali dia lihat? Seorang stranger!

Namun, saat Yuri memandang mata lelaki itu, ada sebuah perasaan hangat dan aneh yang tiba tiba merasuki dirinya. Bagaikan dihipnotis, Yuri tiba tiba saja sudah menggerakkan tangan kanannya menjabat tangan lelaki itu. Ia tersenyum dan tak memperdulikan ekspresi gadis gadis yang duduk dibelakang Luhan sedang menatap mereka dengan tatapan tajam, termasuk dongsaengnya, Yoona.

Apa iya, Yuri sudah terpesona dengan ketampanan lelaki itu ?

Yuri memukul kepalanya pelan. Bodoh! Apa yang dia fikirkan ? dan lihat saja, bus yang seharusnya dia tumpangi sudah melewatinya sejak beberapa menit yang lalu. “Ah, aku bisa terlambat!” Gumamnya pelan.

Kepalanya menoleh kearah kanan berharap bus lain yang melewati sekolahnya lewat, setidaknya untuk lima belas menit lagi atau mungkin dia bisa berharap agar bus itu tidak datang terlambat dipagi yang buruk ini. Atau tidak, dia akan melewatkan kelas matematika disekolah.

“Sial!”

>>>

“Bagaimana bisa kau terlambat unnie ?” Ujar Yoona sambil menyeruput segelas kopi cappucino hangat yang baru beberapa menit datang. Dia memandang Yuri yang terlihat menampakkan wajah datar miliknya. “Kau meninggalkanku bodoh! Jadi aku naik bus” Kata Yuri kesal. Gadis itu menghela nafasnya perlahan kemudian meletakkan cangkir berisikan esspresso yang baru saja ia minum. Sementara itu, Yoona nampak tengah terkekeh pelan.

“Permisi, hot esspressonya Nonna” Yoona dan Yuri menghentikan pembicaraan mereka dan menatap sesosok pelayan yang kini berdiri sambil meletakkan secangkir esspresso dimeja mereka. Yoona dan Yuri saling berpandangan, siapa yang memesan esspresso ? Tunggu, baiklah mereka memesannya dan baru saja datang beberapa menit yang lalu dan mengapa ada lagi ? Bukannya Yuri hanya memesan satu cangkir esspresso ?

“Tunggu! Aku tidak memesan dua gelas esspresso, mungkin kau salah meja” Kata Yuri pelan. Pelayan itu menyerngit pelan kemudian mengecek selembar kertas yang terlampir diatas nampan. “Tapi, disini tertuliskan meja bernomor 3 Nonna”

“tapi—“

“Aku yang memesannya, Yuri-ssi”

Yuri dan Yoona menolehkan kepalanya, dimana sesosok lelaki tampan berdiri disana. Memasang sebuah senyuman manis pada Yuri. Yuri mengendus pelan, sungguh! Hari ini benar benar menjadi hari sialnya. Dan sekarang kesialannya akan bertambah karena ia bertemu lelaki ini ?

“Luhan Oppa ?” Ujar Yoona dengan nada bicaranya yang terdengar terkejut namun juga terdengar seolah dia tengah melakukan sebuah aegyo. Luhan tersenyum tipis pada Yoona kemudian duduk disamping Yuri dan memandang gadis itu sejenak. “Apa yang kau lakukan disini ?” Tanya Yuri ketus dan menekan kata paling akhir ‘disini’, dia hanya berusaha untuk bersikap biasa saja dihadapan Luhan dan Yoona. Karena jika dia salah tingkah, mereka akan menatapnya dengan tatapan aneh dan dia hanya tak mau mendengar Yoona mengomel panjang lebar untuk yang kedua kalinya.

Well, kau harus memikirkan kembali apa yang kau ucapkan itu Nonna. Kau lupa tadi pagi aku sudah mengantarkanmu kesekolah, em ? Beginikah caramu berterimakasih kepada Luhan ?” Kata Luhan sambil memasang sebuah smirknya pada Yuri. Ia menatap Yuri yang kini membuka mulutnya tak percaya dengan ucapannya, dan sedetik kemudian gadis itu memukul keningnya.

So, tell me what you want!

“Mudah saja, just go date with me” Luhan menyeruput hot esspresso yang ia pelan sambil menatap Yuri yang menatapnya dengan tatapan tak percaya. “Shireo!”

“Hey! Kau lupa jika kita sudah melakukan itu ?” Kata Luhan sedikit berbisik pada Yuri, meskipun begitu Yoona dapat mendengarnya dengan jelas. Yuri menolehkan kepalanya menghadap Luhan dan menatap lelaki itu dengan tatapan bingung, tak mengerti dengan ucapan yang Luhan lontarkan. “A-apa yang kalian lakukan ?”

“Hanya sebuah kecu—“

STOP!! Okey, i’ll go with you!” Ujar Yuri asal. Dia menatap sosok Luhan yang kini tersenyum puas. Sementara Yoona, dia terlihat masih memikirkan apa yang Yuri dan Luhan lakukan.

“Apa kalian berciuman ?”

“Yap! Kau benar sekali”

|

            Ini gila dan Yuri merasa benar benar gila jika dia terus bersama Luhan seperti ini. Beberapa menit yang lalu, Luhan dengan santainya melingkarkan tangan kekarnya kepinggang Yuri. Dan lebih bodohnya! Yuri tak dapat melakukan apapun. Dia tak bsa menolak, tak bisa memaki Luhan dan mendorong lelaki itu jauh jauh darinya.

Hari ini benar benar akan menjadi hari kesialan bagi Yuri. Dimana ia —dengan tanpa berfikir—memutuskan untuk pergi berkencan dengan pria gila ini. Pria yang bahkan baru bertemu dengannya semalam. Dan yang lebih gila, saat Luhan berkata padanya jika ia akan mencium Yuri jika gadis itu menolak saat Luhan mengenggam tangannya. Hey! Ia tak mau lelaki ini menciumnya. Tidak! Dan Tak akan pernah!

“Em, kita kemobil saja” Ujar Luhan. Ia menarik Yuri yang menatapnya dengan tatapan kesal. Hey! Ini sudah ketiga kalinya Luhan memutuskan untuk kembali—kemobil—setelah mereka mengunjungi tiga tempat diSeoul.

“Ya! Sebenarnya kau ingin pergi kemana? Kau membuang buang waktuku” Omel Yuri. Gadis itu menoleh memandang Luhan dengan ekspresi garang miliknya. Sementara Luhan justru melemparkan seulas senyuman pada Yuri sambil mendekatkan wajahnya kearah wajah Yuri.

Gadis itu terdiam. Tiba tiba saja ia merasakan jantungnya berdegup kencang. Sementara Luhan semakin mendekat. Semakin dekat dan “Apa yang akan kau lakukan? Disini banyak orang” Bisik Yuri.

Luhan membuka kedua matanya kemudian menjauhkan wajahnya dari wajah Yuri dan tersenyum pada gadis itu. “Benar juga apa yang kau katakan. Apa sebaiknya kita menyewa hotel saja?” Ujar Luhan. Ia berjalan meninggalkan Yuri yang terdiam dan merasakan wajahnya benar benar memanas.

“Ya! Kau gila?”

|

“Bagaimana dengan warna putih dan biru?”

Yuri menaikan alisnya. Ia mengalihkan pandangannya dari sebuah sirloin steak yang ia santap dan menatap Luhan yang kini tersenyum memandangnya. “Untuk apa?” Sahut Yuri singkat. Ia kembali menyantap makanan miliknya dan tak menghiraukan Luhan yang kini memandangnya dengan kesal.

“Pertunangan kita. Untuk apa lagi?” Gadis itu kembali menghentikan aktivitasnya dan memandang Luhan dengan kedua mata tak percaya. Hey! Apa laki laki dihadapannya ini benar benar sudah tidak waras? Bagaimana bisa ia menentukan pertunangan mereka, bahkan saat mereka benar benar baru mengenal.

“Mwo?” “Ya! Kau bahkan belum 24 jam mengenalku. Apa kau sudah gila?” Ujar Yuri histeris. Ia menatap Luhan dengan kedua matanya yang berkilat kilat kesal. Mendadak ia tak berselera menatap sirloin steak yang benar benar disukainya.

“Em, kufikir semakin cepat semakin baik. Aku lelah menjadi kekasihmu. Atau kita akan menikah?” Ujar Luhan jutek. Ia menyeruput coffee yang ia pesan dan tak memperdulikan ucapan yang ia lontarkan benar benar atau mungkin sudah membuat Yuri histeris.

“Memangnya sejak kapan kita menjadi sepasang kekasih?” Yuri memandang Luhan kesal. Sementara Luhan menaikkan alisnya dan melemparkan sebuah senyuman pada Yuri.

“Tadi pagi”

“Mwo?!”

|

            “Turunlah tuan putri” Ujar lelaki itu sambil membuka pintu mobil berwarna putih yang ia kendarai. Ia memandang sesosok gadis berambut hitam yang memandangnya kesal sambil mencibir pelan.

“Sudah malam. Tidurlah” Ujar Luhan. Ia mengacak acak rambut Yuri pelan kemudian mengecup kening gadis itu. Yuri kembali memandang Luhan dengan kesal. Dia benar benar merasa badmood sejak obrolan mereka direstoran beberapa jam yang lalu. Hey! Lelaki itu ingin menikah dengannya! Dia fikir pernikahan hanya sebuah permainan?

“Eoh. Kau pulanglah”

Luhan mengangguk. Ia tersenyum pada Yuri kemudian berjalan kearah mobilnya. Beberapa detik kemudian lelaki itu berbalik dan membuat Yuri kesal ingin memukulnya sekarang. “Oh ya, Mulai besuk aku akan mengantarkanmu pergi dan akan menjemputmu” Ujar Luhan. Ia kembali menunjukkan smirknya pada Yuri.

“Mwo? Wae?”

“Karena kita akan menikah tiga minggu lagi, baby” Yuri mendelik. Tangannya benar benar sudah terasa gatal dan ingin mencekik leher Luhan sekarang juga.

“Ya! Kau gila?”

“Mungkin saja!”

“Kau bahkan belu—“

“Dan sekarang aku sudah mengenalmu selama 24 jam. Jadi aku akan segera menikah denganmu. Aku pulang!”

“Ya! Luhan! Berhenti bermain main!”

“Apa? Kau mencintaiku? Aku lebih mencintaimu!”

“Luhan! Aish!”

“Baiklah baiklah. Aku pulang. Bye!”

Mobil Luhan sudah melaju pergi. Dan Yuri tak dapat berkata apapun sekarang. Ia hanya bisa mengutuk hari, waktu dan takdir yang sudah mempertemukannya dengan laki laki gila seperti Luhan. Bagaimana bisa ia menerima ajakan Luhan sewaktu dipersta dansa itu? Dia benar benar tak tau jika Luhan benar benar orang yang sangat lah ambisius.

Yuri membuka pintu rumahnya dengan malas. Gadis itu kembali menyergit saat mendapati ruang tamunya dipenuhi dengan gaun gaun pernikahan dengan warna putih.

“Oh kau sudah datang” Ujar Umma Yuri. Ia tersenyum manis pada Yuri kemudian menuntun putri pertamanya itu duduk.

“Mwoya? Siapa yang akan menikah?” Tanya Yuri. Ia memandang gaun gaun itu dengan seksama. Kemudian mengalihkan pandangannya dan menatap Ummannya.

“Tentu saja kau. Tidak mungkin aku” Jawab Yoona. Ia duduk dihadapan Yuri sambil menyunging seulas senyum. Yuri membeku, otaknya benar benar tak dapat bekerja kali ini. Banyak hal hal mengejutkan yang membuatnya benar benar merasa gila.

“Mwo? Aku? Dengan siapa?”

“Luhan”

“Apa?!!!!”

|

|

END

Hallooooo

Heheh, Gimana dengan Ffnya atuh. Aku sebenernya engga mudeng hehe. Ini sebenernya aku mau bikin ceritanya Luhan jatuh cinta pada pandangan pertama sama Yuri dan dia kepengen langsung ajak Yuri nikah-.- tapi Yuri masih menganggap Luhan sebagai orang yang tidak dia kenal. Makanya dia selalu nolak.

Jadi mohon komentarnya yaa 😀

Thankyuu

Iklan

10 thoughts on “[Drabble] Stranger

  1. Waaaaaahhh!! Great!! Duh, Dani-chan~ kamu selama ini nyari ilham dmna? nie ff surprise banget. Karakter Luhan beda bnget rasanya~ dia ambisius & tipe ‘tanpa penolakan’ ato mgkn lbh tepatnya -pemaksa?! Ahaha. Bt kaka seneng liat gmna pemaksanya dia.

    Dr pas awal si tajir nan tampan itu mulai trtarik sama Yuri, trus ajakan dansa, diantar ke sekolah, ajakan kencan, lamaran, & entahlah~ kaka speechless sekaligus geregettan banget!!

    Bt sygnya kaka gak tau Yuri suka apa gak sama hal yg dilakukan Luhan. Kalo aja bisa disequelin~ hehe. Bt intinya sih mreka mau married. 😄

  2. Ini butuh sequel banget eonn..
    Ya ampun, kalo aku jadi Yuleon mungkin aku juga akan bingung.
    Padahal mereka baru kenal dan tiba2 Lulu gege udah ngajak nikah aja.
    Itu sangat mengejutkan, kkkkkkkkkkk 😀
    Ditunggu sequel nya eonn^^

Comment please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s